Konten dari Pengguna

Filosofi Nasi Krawu yang Jarang Diketahui, Ternyata Penuh Makna Kehidupan

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Filosofi Nasi Krawu, Foto:Unsplash/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Filosofi Nasi Krawu, Foto:Unsplash/Getty Images

Filosofi nasi krawu ternyata menyimpan daya tarik yang jauh melampaui cita rasanya yang khas.

Di balik sepiring hidangan tradisional yang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Gresik, tersimpan kisah, nilai, dan makna yang sering kali luput dari perhatian.

Tidak sedikit orang mengenal nasi krawu hanya sebagai kuliner dengan perpaduan nasi putih, suwiran daging, serundeng, sambal, dan jeroan yang menggugah selera.

Filosofi Nasi Krawu, Makanan Tradisional Khas Gresik

Ilustrasi Filosofi Nasi Krawu, Foto:Unsplash/Mehmet Keskin

Filosofi nasi krawu tidak terlepas dari keberadaan hidangan khas Kota Gresik yang telah dikenal luas sebagai salah satu kuliner tradisional Jawa Timur.

Dikutip dari laman disparekrafbudpora.gresikkab.go.id, nasi Krawu merupakan perpaduan nasi putih dengan olahan daging sapi yang memiliki kadar minyak cukup tinggi.

Selain cita rasanya yang khas, makanan ini juga memiliki latar belakang penamaan yang masih diceritakan secara turun-temurun.

Berdasarkan kisah yang berkembang di masyaraka, kata krawu berasal dari istilah krawukan, yaitu mengambil nasi atau lauk menggunakan jari tangan secara langsung tanpa bantuan sendok maupun alat makan lainnya.

Penamaan tersebut menjadi salah satu ciri yang melekat pada nasi krawu hingga sekarang dan menjadi filosofi nasi krawu.

Sekilas, nasi krawu memiliki kemiripan dengan Nasi Langgi yang berasal dari Kota Solo. Keduanya sama-sama menggunakan olahan daging sebagai lauk utama.

Meski demikian, nasi krawu memiliki karakter tersendiri karena disajikan dengan daging sapi dan jerohan yang dimasak semur sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.

Penyajian nasi krawu juga menjadi bagian yang mudah dikenali. Nasi diletakkan di atas alas daun pisang, kemudian dilengkapi dengan suwiran daging sapi, jerohan, sambal terasi yang memiliki rasa pedas pekat, serta srundheng sebagai pelengkap utama.

Kombinasi setiap lauk tersebut menciptakan perpaduan rasa yang saling melengkapi dan menjadi ciri khas kuliner asal Gresik ini.

Srundheng yang disajikan bersama nasi krawu terdiri atas tiga jenis dengan karakter yang berbeda. Jenis pertama adalah krawu, yaitu srundheng berwarna merah dengan cita rasa pedas. Jenis kedua adalah abon, yang berwarna kuning dan memiliki rasa manis.

Sementara itu, jenis ketiga disebut mangot, yaitu olahan kelapa yang tidak diparut, melainkan ditumbuk lalu dicampur dengan kluwak sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas.

Keberadaan tiga jenis srundheng tersebut semakin memperkaya cita rasa nasi krawu.

Setiap pelengkap nasi krawu memiliki karakter yang berbeda, tetapi tetap berpadu dengan daging sapi, jerohan, dan sambal sehingga menghasilkan sajian yang telah lama menjadi bagian dari kekayaan kuliner khas Kota Gresik. (KIKI)

Baca juga: Filosofi Ayam Taliwang, Makanan Khas Lombok yang Penuh Arti