Friendster adalah Platform Apa? Kenali Sejarah dan Fiturnya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Friendster adalah platform jejaring sosial (social networking) yang membuat penggunanya terhubung dengan banyak orang. Pengguna dapat terhubung dengan teman, keluarga, rekan kerja, dan orang baru melalui internet.
Dikutip dari mytour.vn, platform ini adalah salah satu layanan yang ikut mempopulerkan konsep media sosial di masa awal perkembangan jejaring sosial. Friendster pertama kali diluncurkan pada 2002 oleh Jonathan Abrams, pengusaha asal Amerika Serikat.
Friendster adalah Jejaring Sosial
Di awal kemunculan platform ini, Friendster adalah platform yang memungkinkan penggunanya memperluas jaringan pertemanan.
Di sini, pengguna bisa menemukan orang dengan minat atau latar belakang yang sama serta berinteraksi dengan orang baru.
Konsep itulah yang menjadi salah satu karakteristik penting Friendster, karena hubungan antarpengguna dapat terbentuk melalui jaringan teman yang sudah ada. Ide Friendster berkaitan dengan konsep perkenalan melalui teman bersama.
Jonathan Abrams pernah memikirkan layanan kencan daring yang meniru cara hubungan romantis terbentuk di kehidupan nyata, yaitu lewat mutual friends atau teman yang sama.
Gagasan ini berkembang menjadi Friendster, tapi bukan sebagai layanan mencari pasangan, melainkan jejaring sosial untuk berteman dan membangun koneksi bisnis.
Friendster sempat sangat populer pada masa awal 2000-an. Namun, sekitar 2004 popularitasnya di Amerika Serikat menurun seiring munculnya platform MySpace dan Facebook.
Platform terbaru tersebut menghadirkan fitur serta pengalaman pengguna yang semakin beragam.
Abrams dikabarkan pernah menolak tawaran pembelian senilai US$30 juta dari Google. Setelah itu, ia meninggalkan posisi kepemimpinannya kemudian masa depan Friendster menjadi tidak menentu.
Di sisi lain, Friendster memperoleh banyak pengguna dari kawasan Asia sehingga basis penggunanya tidak berpusat di Amerika Serikat saja.
Friendster dirancang sebagai komunitas digital dengan berbagai aktivitas. Dengan fitur yang dimiliki, pengguna dapat terhubung dengan keluarga dan teman, serta memperluas jaringan dengan bertemu orang baru.
Di sini pengguna bisa menemukan pengguna berdasarkan minat, latar belakang, dan lokasi, bergabung dengan grup berdasarkan sekolah, aktivitas, atau ketertarikan tertentu.
Salah satu bagian yang menarik dari Friendster adalah applications atau widgets. Fitur ini mendukung pengguna agar bisa menambahkan berbagai aplikasi interaktif ke profil mereka.
Pengguna dapat membuat kuis, membagikan suasana hati, memainkan games, berbagi video, foto, dan musik.
Aplikasi yang tersedia antara lain Imeem untuk berbagi musik, video, dan foto, chat untuk berkomunikasi secara langsung, serta MyMiniLife yang membuat pengguna menghias rumah virtual 3D.
Friendster juga menyediakan hiburan seperti SkinFlix untuk berbagi video YouTube dan Likeness untuk membandingkan kemiripan wajah dengan selebritas.
Pada November 2007, Friendster memperkenalkan sistem open platform yang membuat pengembang independen dan pengguna kreatif dapat mengembangkan aplikasi untuk komunitas Friendster.
Friendster adalah salah satu pelopor jejaring sosial modern. Platform ini memperkenalkan berbagai konsep yang di kemudian hari menjadi bagian umum media sosial yang dikenal banyak orang hari ini. (Aya)
Baca juga: Beschikking adalah Keputusan Administratif, Begini Penjelasannya