Konten dari Pengguna

Fungsi Jangka Sorong dalam Pengukuran Benda

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi jangka sorong. Foto: Unsplash.com/Daniel Andrade
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi jangka sorong. Foto: Unsplash.com/Daniel Andrade

Jangka sorong digunakan untuk mengukur apa? Alat ukur ini memiliki rahang khusus dan skala pengukuran yang membantu menentukan dimensi benda secara teliti.

Penggunaannya dapat ditemukan dalam kegiatan praktikum, pembelajaran fisika, hingga pekerjaan teknik yang membutuhkan ketepatan ukuran.

Ketelitian alat ini membantu memperoleh hasil pengukuran yang lebih akurat dibandingkan penggaris biasa.

Fungsi Jangka Sorong Digunakan untuk Mengukur Panjang dan Lainnya

Ilustrasi fungsi jangka sorong. Foto: Unsplash.com/Aswin Anand

Dikutip dari science.uct.ac.za, jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, diameter luar, diameter dalam, kedalaman lubang, serta tinggi atau kedalaman bertingkat pada suatu benda.

Alat ini sebuah batang pengukur kedalaman yang dapat digeser mengikuti skala utama.

Hasil pengukuran dibaca melalui perpaduan skala utama dan skala nonius sehingga ukuran dapat diketahui lebih teliti dibandingkan penggaris biasa.

Pengukuran diameter luar dilakukan menggunakan rahang besar yang terletak di bagian bawah. Benda, seperti batang logam, pipa, baut, atau kelereng, ditempatkan di antara kedua rahang tersebut.

Rahang kemudian dirapatkan hingga menyentuh permukaan benda tanpa memberikan tekanan berlebihan. Cara ini juga dapat digunakan untuk mengukur ketebalan papan, pelat logam, dan komponen kecil.

Untuk mengetahui diameter dalam, jangka sorong menggunakan rahang kecil di bagian atas. Kedua rahang dimasukkan ke dalam lubang atau tabung, lalu digeser hingga menyentuh sisi bagian dalam.

Metode tersebut berguna untuk mengukur diameter bagian dalam cincin, pipa, mur, dan berbagai komponen berlubang yang ukurannya sulit diketahui menggunakan penggaris.

Pengukuran kedalaman dilakukan dengan batang tipis yang berada di ujung belakang badan jangka sorong. Batang tersebut bergerak keluar ketika bagian geser dibuka.

Ujung batang ditempatkan pada dasar lubang, sementara permukaan badan alat bertumpu pada bagian atas benda. Teknik ini dapat digunakan untuk mengetahui kedalaman lubang pada balok, wadah, atau komponen mesin.

Jangka sorong juga dapat mengukur dimensi bertingkat, misalnya perbedaan tinggi antara dua permukaan atau kedalaman undakan pada suatu komponen.

Pengukuran tersebut memanfaatkan bagian belakang alat yang dirancang untuk bersentuhan dengan permukaan bertingkat. Kemampuan ini membuat jangka sorong berguna dalam pemeriksaan bentuk komponen teknik.

Ketelitian jangka sorong bergantung pada jenis dan spesifikasi alat. Model tertentu memiliki ketelitian 0,1 mm, 0,05 mm, atau 0,02 mm, sedangkan jangka sorong digital dapat menampilkan hasil pengukuran pada layar.

Angka ketelitian tersebut perlu diperiksa pada alat karena tidak semua model memiliki kemampuan yang sama.

Pada jangka sorong manual, hasil pengukuran diperoleh dengan menjumlahkan angka pada skala utama dan skala nonius yang garisnya berimpit.

Sebelum digunakan, rahang perlu ditutup untuk memeriksa apakah alat menunjukkan angka nol. Jika terdapat penyimpangan nol, koreksi perlu dilakukan agar hasil pengukuran tidak keliru.

Fungsi jangka sorong digunakan untuk mengukur beragam dimensi benda dengan lebih praktis dan teliti, mulai dari ukuran luar hingga kedalaman bagian tertentu.

Pemilihan bagian pengukur yang tepat serta pembacaan skala secara cermat membantu menghasilkan data yang akurat untuk keperluan pendidikan, perbaikan, dan industri. (Suc)

Baca Juga: Kenapa Tutup Pulpen Memiliki Lubang Kecil di Ujungnya? Inilah Penjelasannya