Konten dari Pengguna

Fungsi Personil Toko terhadap Pengetahuan Mengenai Produk yang Dijual

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi personil toko terhadap pengetahuan mengenai produk yang dijual. Foto: Unsplash.com/Etienne Boulanger
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi personil toko terhadap pengetahuan mengenai produk yang dijual. Foto: Unsplash.com/Etienne Boulanger

Pengetahuan mengenai produk yang dijual merupakan fungsi personil toko mengenai apa? Pertanyaan tersebut berkaitan dengan kemampuan petugas toko dalam menguasai produk yang ditawarkan kepada pelanggan.

Pengetahuan produk tidak hanya berkaitan dengan nama atau jenis barang, tetapi juga mencakup karakteristik, manfaat, cara penggunaan, serta kebutuhan konsumen yang dapat dipenuhi.

Product Knowledge: Fungsi Personil Toko terhadap Pengetahuan Mengenai Produk yang Dijual

Ilustrasi fungsi personil toko terhadap pengetahuan mengenai produk yang dijual. Foto: Unsplash.com/Swello

Dikutip dari salessupportnordic.com, pengetahuan mengenai produk yang dijual merupakan fungsi personil toko mengenai product knowledge atau pengetahuan produk.

Kemampuan tersebut membuat personil toko mampu menjelaskan barang secara tepat, mulai dari kegunaan, fitur, keunggulan, pilihan yang tersedia, hingga kondisi penggunaan yang sesuai.

Penguasaan produk diperlukan karena pelanggan dapat memiliki pertanyaan sebelum menentukan pembelian.

Personil toko perlu memahami perbedaan setiap produk agar dapat memberikan penjelasan yang relevan tanpa sekadar menyebutkan nama atau harga barang.

Penjelasan yang tepat juga membantu pelanggan membandingkan pilihan sesuai kebutuhan.

Product knowledge mencakup beberapa bagian penting. Pertama, personil toko perlu mengetahui karakteristik produk, seperti bahan, ukuran, fungsi, variasi, fitur, serta cara pemakaian.

Kedua, pengetahuan mengenai manfaat produk diperlukan agar penjelasan tidak berhenti pada spesifikasi, tetapi dapat dikaitkan dengan kebutuhan pengguna.

Personil toko juga perlu memahami target konsumen suatu produk. Barang tertentu mungkin ditujukan untuk kebutuhan khusus, sehingga cara menjelaskannya perlu disesuaikan dengan kondisi pelanggan.

Pengetahuan mengenai produk pesaing juga dapat membantu ketika pelanggan meminta perbandingan, selama penjelasan disampaikan secara objektif dan tidak membuat klaim yang tidak dapat dibuktikan.

Aspek lain yang perlu dikuasai adalah kebijakan yang berkaitan dengan produk. Hal tersebut dapat mencakup garansi, penukaran barang, pengembalian produk, layanan purnajual, serta ketentuan promosi.

Penguasaan aturan tersebut membantu personil toko memberikan jawaban yang konsisten ketika pelanggan membutuhkan penjelasan sebelum atau sesudah pembelian.

Product knowledge juga perlu diperbarui ketika terdapat perubahan produk, fitur baru, harga, promosi, atau kebijakan layanan.

Pelatihan produk dapat dilakukan melalui demonstrasi langsung, materi singkat, panduan penggunaan, tanya jawab, maupun latihan menghadapi situasi penjualan.

Cara tersebut membantu personil toko mengingat detail penting sekaligus meningkatkan kesiapan saat berinteraksi dengan pelanggan.

Dengan demikian, pengetahuan mengenai produk yang dijual merupakan fungsi personil toko mengenai product knowledge, yang mencakup penguasaan karakteristik, manfaat, penggunaan, konsumen, pesaing, dan kebijakan produk.

Penguasaan tersebut mendukung pelayanan yang lebih jelas sehingga pelanggan dapat memperoleh penjelasan yang sesuai sebelum menentukan pilihan. (Suc)

Baca Juga: Repeat Order adalah Proses Pembelian Berulang yang Terjadi saat Transaksi Produk