Gotong Royong Didorong oleh Kodrat Manusia dalam Kehidupan Sosial
Membagikan informasi dari berbagai topik.
Ā·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gotong royong didorong oleh kodrat manusia sebagai makhluk apa? Pertanyaan tersebut berkaitan dengan sifat dasar manusia dalam menjalani kehidupan bersama di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Kebiasaan bekerja sama menunjukkan bahwa kehidupan tidak hanya bergantung pada kemampuan pribadi, tetapi juga pada hubungan yang terjalin dengan orang lain.
Gotong Royong Didorong oleh Kodrat Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Dikutip dari repositori.kemendikdasmen.go.id, gotong royong didorong oleh kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Manusia membutuhkan bantuan, dukungan, dan interaksi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sifat tersebut membuat kerja sama diperlukan agar berbagai kegiatan dapat diselesaikan dengan lebih mudah dan tujuan bersama bisa tercapai.
Manusia tidak selalu mampu memenuhi seluruh kebutuhannya secara mandiri. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang memerlukan bantuan orang lain untuk menjalankan berbagai pekerjaan, mengatasi kesulitan, maupun menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar.
Contohnya, warga bekerja sama membersihkan selokan agar aliran air tetap lancar dan risiko banjir dapat dikurangi.
Gotong royong merupakan bentuk nyata dari hubungan sosial tersebut. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.
Setiap orang dapat mengambil bagian sesuai kemampuan, tenaga, waktu, atau keterampilan yang dimiliki. Melalui pembagian peran tersebut, pekerjaan yang terasa berat apabila dilakukan sendiri dapat diselesaikan secara lebih ringan dan efisien.
Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, gotong royong juga mencerminkan nilai persatuan dan kekeluargaan.
Warga yang memiliki latar belakang berbeda dapat bekerja bersama tanpa harus mempermasalahkan perbedaan suku, agama, pekerjaan, maupun kondisi ekonomi.
Sikap saling menghargai membantu menjaga kerukunan sekaligus memperkuat hubungan antarwarga.
Contoh gotong royong dapat ditemukan dalam berbagai lingkungan. Di rumah, anggota keluarga berbagi tugas membersihkan ruangan atau menyiapkan kebutuhan sehari-hari.
Di sekolah, peserta didik dapat bekerja sama menjaga kebersihan kelas, menata perlengkapan belajar, dan melaksanakan kegiatan kelompok.
Sementara itu, di lingkungan masyarakat, gotong royong diwujudkan melalui kerja bakti, membantu tetangga yang mengalami musibah, serta menyiapkan kegiatan sosial.
Kebiasaan ini memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Gotong royong menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, solidaritas, dan kesediaan untuk membantu tanpa mengutamakan imbalan pribadi.
Kegiatan bersama juga melatih masyarakat untuk berkomunikasi, membagi tugas secara adil, serta menyelesaikan perbedaan pendapat melalui musyawarah.
Nilai gotong royong sejalan dengan Pancasila, terutama sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Semangat tersebut dapat memperkuat kebersamaan ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Oleh sebab itu, gotong royong perlu dipelihara melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Gotong royong didorong oleh kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dan bantuan sesama. Kesadaran tersebut mendorong terciptanya kehidupan yang rukun, peduli, dan saling mendukung. (Suc)
Baca Juga: Kebutuhan Bangsa Indonesia yang Disimbolkan dalam Sila Kelima Pancasila