Hal Utama dalam Kehidupan Ini adalah Iman, Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hal utama dalam kehidupan ini adalah iman dan pendampingnya adalah ilmu pengetahuan. Dalam menjalani kehidupan, seseorang tidak hanya membutuhkan pegangan untuk menentukan arah, tapi juga pengetahuan agar bisa mengambil keputusan dengan bijak.
Iman menjadi landasan dalam bersikap, sedangkan pendampingnya membantu seseorang memahami sesuatu dan membedakan tindakan yang tepat dengan yang keliru. Lantas, pendamping iman adalah apa? Cari tahu jawabannya di bawah ini.
Hal Utama dalam Kehidupan Ini adalah Iman dan Pendampingan, Ilmu Pengetahuan
Hal utama dalam kehidupan ini adalah iman dan pendampingnya adalah ilmu pengetahuan. Keduanya memiliki peran penting dalam membimbing manusia menjalani kehidupan, baik untuk meraih kebahagiaan di dunia maupun mempersiapkan bekal di akhirat.
Mengutip situs https://baznas.go.id, iman menjadi landasan keyakinan kepada Allah Swt., sedangkan ilmu membantu seseorang memahami ajaran agama dan menerapkannya secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Iman dan ilmu perlu berjalan beriringan karena keyakinan perlu disertai pemahaman yang benar. Dengan ilmu, seseorang dapat memperdalam keimanannya, membedakan hal yang baik dan buruk, serta menentukan tindakan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.
Sebaliknya, iman dapat menjadi landasan moral agar ilmu digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, bukan merugikan orang lain. Dalam Islam, pentingnya iman dan ilmu juga dijelaskan melalui berbagai ayat Al-Qur'an dan hadis.
Salah satunya adalah firman Allah Swt. dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11 yang menjelaskan bahwa orang-orang beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt.
“Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah: 11)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa iman dan ilmu memiliki kedudukan yang penting dalam Islam.
Keduanya tidak hanya berkaitan dengan kehidupan beragama, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang bijaksana, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Rasulullah saw. juga menjelaskan pentingnya iman melalui hadis tentang rukun iman. Dalam hadis riwayat Muslim, iman mencakup keyakinan kepada Allah Swt. malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta takdir yang baik maupun buruk.
Keyakinan tersebut menjadi dasar bagi seorang muslim dalam menjalankan ajaran agama dan menghadapi berbagai keadaan dalam kehidupan. Selain menjaga keimanan, umat Islam dianjurkan untuk terus menuntut ilmu. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan:
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah)
Anjuran tersebut mengingatkan bahwa belajar merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslim.
Ilmu agama membantu seseorang memahami tuntunan ibadah dan akhlak, sementara ilmu pengetahuan lainnya dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan diri, menyelesaikan persoalan, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Pentingnya ilmu juga tergambar dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim tentang keutamaan mempelajari ilmu untuk urusan dunia dan akhirat.
Pesan yang terkandung di dalamnya adalah bahwa manusia perlu memiliki pengetahuan yang sesuai dengan tujuan dan tanggung jawab yang dijalankannya.
Dengan begitu, kehidupan tidak hanya berorientasi pada pencapaian materi, tetapi juga pada nilai-nilai kebaikan dan keselamatan di akhirat.
Dalam penjelasan Ustadz Suharsono yang dikaitkan dengan pemikiran mengenai peradaban Islam, kemurnian iman perlu dijaga dengan ilmu sebagai pendampingnya.
Artinya, seseorang tidak cukup hanya memiliki keyakinan, tetapi juga perlu belajar agar dapat memahami dan menjalankan keyakinan tersebut dengan benar.
Iman dan ilmu pun perlu diwujudkan melalui akhlak yang baik. Pengetahuan yang dimiliki akan lebih bermakna ketika tercermin dalam perilaku, seperti berkata jujur, menghormati orang lain, menepati janji, dan menggunakan kemampuan untuk membantu sesama.
Ketika menghadapi kesulitan, ketabahan dan kesabaran juga diperlukan agar seseorang tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan. Demikianlah, iman menjadi landasan, ilmu menjadi penuntun, dan akhlak menjadi bukti nyata dari keduanya.
Jangan berhenti memperkuat keyakinan dan menambah pengetahuan, sebab hidup yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita ketahui, tetapi juga tentang seberapa baik kita mengamalkannya. (Fikah)
Baca juga: Rasa Tanggung Jawab terhadap Sikap Beriman kepada Hari Akhir