Hari Raya Umat Hindu, Tanggal, dan Maknanya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari raya umat Hindu adalah bagian penting dari tradisi dan kebijaksanaan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap perayaan menjadi momen spiritual dan peringatan atas peristiwa sakral yang memiliki makna mendalam bagi kehidupan umat.
Dikutip dari www.djkn.kemenkeu.go.id, di Indonesia, khususnya di Bali dan beberapa daerah lainnya, terdapat sejumlah hari raya lokal seperti Hari Raya Galungan, Hari Raya Kuningan, Hari Raya Saraswati, Hari Raya Nyepi, dan Yadnya Kasada di Tengger.
Hari Raya Umat Hindu, Tradisi dan Maknanya
Salah satu Hari Raya Umat Hindu yang paling penting adalah Hari Raya Kuningan. Kata “Kuningan” berasal dari kata “kuning” yang melambangkan warna kuning serta wuku ke-12 dalam kalender penanggalan Bali.
Sistem wuku adalah sistem penanggalan tradisional Bali, di mana satu wuku terdiri dari tujuh hari. Dalam satu siklus kalender wuku, terdapat 30 wuku atau 210 hari.
Hari Raya Kuningan dirayakan setiap 210 hari, tepatnya pada saat Saniscara Kliwon Wuku Kuningan. Perayaan ini dilaksanakan sepuluh hari setelah perayaan Hari Raya Galungan.
Sehari sebelumnya, umat Hindu merayakan Penampahan Kuningan yang jatuh pada Sukra Wage Wuku Kuningan. Hal ini adalah sebagai bentuk persiapan spiritual dan material.
Sejarah Hari Raya Galungan dan Kuningan berakar pada kisah peperangan yang terjadi antara Bhatara Indah yang melambangkan dharma (kebenaran) dan Mayadenawa yang melambangkan adharma (kejahatan).
Dalam kisah tersebut, kebenaran lah yang pada akhirnya menang. Oleh karena itu, makna Galungan dan Kuningan dipahami sebagai simbol kemenangan dharma atas adharma.
Pada Hari Raya Kuningan, umat Hindu memperingati kebesaran Sang Hyang Widhi dalam manifestasi Sang Hyang Parama Wisesa. Manifestasi ini melambangkan roh-roh suci serta para pahlawan dharma yang telah berjasa membimbing manusia menuju keluhuran akhlak.
Pada Hari Raya Kuningan, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dengan mempersembahkan ajengan atau nasi berwarna kuning sebagai simbol kemakmuran dan rasa syukur atas rahmat yang diberikan.
Persembahan ini ditujukan kepada para dewa dan leluhur sebagai ungkapan terima kasih, serta permohonan perlindungan, keselamatan, dan tuntunan hidup.
Mengetahui penjelasan Hari Raya umat Hindu di atas dapat memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mengetahui tanggal pelaksanaan dan maknanya menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya dan religius masyarakat Hindu di Nusantara. (Aya)
Baca juga: Pakaian Daerah Aceh yang Beragam dan Menarik