Konten dari Pengguna

Jenis Jenis Batu, Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya di Alam

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi batuan/Unsplash/USGS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi batuan/Unsplash/USGS

Jenis jenis batu merupakan bagian penting dari penyusun utama kerak bumi yang terbentuk melalui berbagai proses alam dalam waktu yang sangat lama.

Batuan pada dasarnya adalah kumpulan mineral yang mengeras atau membeku sehingga membentuk material padat yang dapat ditemukan di permukaan maupun di dalam bumi. Berikut adalah jenis jenis batu, pengertian, klasifikasi, dan contohnya di alam.

Klasifikasi Jenis Jenis Batu dan Contohnya

Ilustrasi batuan/unsplash/Wesley Tingey

Jenis jenis batu dapat dipahami melalui pengertian batuan sebagai material padat yang tersusun dari satu atau lebih mineral yang terbentuk secara alami di bumi.

Dikutip dari artikel sma13smg.sch.id, berdasarkan karakteristik dan proses terbentuknya, batuan dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis utama.

Klasifikasi ini membantu para ilmuwan geologi memahami sejarah pembentukan bumi serta proses alam yang memengaruhi perubahan lapisan kerak bumi.

Secara umum, batuan dibagi menjadi tiga kelompok utama yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga jenis batuan tersebut terbentuk melalui proses geologi yang berbeda dan memiliki contoh yang dapat ditemukan di berbagai wilayah di alam.

Jenis jenis batu secara umum diklasifikasikan menjadi tiga kelompok utama berdasarkan proses terbentuknya, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

Batuan beku terbentuk dari proses pembekuan magma atau lava yang berasal dari dalam bumi. Proses pendinginan magma tersebut dapat terjadi di bawah permukaan bumi maupun di permukaan bumi. Contohnya di alam antara lain granit, batu apung, dan granit fosfir.

Batuan sedimen terbentuk dari proses pengendapan material yang terbawa oleh air, angin, atau es. Endapan tersebut kemudian mengalami pemadatan dan pengerasan hingga akhirnya menjadi batuan.

Batuan sedimen dapat terbentuk melalui proses mekanis, kimiawi, maupun bantuan organisme. Beberapa contoh batuan sedimen yang sering ditemukan adalah batu pasir, batu kapur, serta endapan lumpur yang mengeras.

Selain itu, terdapat juga batuan metamorf yang terbentuk dari perubahan batuan sebelumnya akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi di dalam bumi.

Perubahan ini menyebabkan struktur dan komposisi mineral batuan mengalami perubahan sehingga menghasilkan jenis batuan baru. Contoh batuan metamorf yang sering dijumpai di alam antara lain marmer dan batuan pualam.

Proses metamorfosis ini biasanya terjadi pada kedalaman tertentu di dalam kerak bumi sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terbentuk.

Jenis-jenis batu menunjukkan bahwa batuan di bumi terbentuk melalui proses geologi yang kompleks dan saling berkaitan dalam siklus batuan.

Dengan memahami klasifikasi batuan serta contoh-contohnya di alam, dapat diketahui bagaimana bumi terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu melalui proses alam yang berlangsung selama jutaan tahun.

Baca juga: Penampakan Batu Vulkanik Erupsi Gunung Semeru yang Masih Berasap dan Panas.