Konten dari Pengguna

Kalimat yang Diucapkan untuk Bertaubat kepada Allah Swt dan Fadilahnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kalimat yang Diucapkan untuk Bertaubat kepada Allah Swt. Unsplash.com/David Monje
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kalimat yang Diucapkan untuk Bertaubat kepada Allah Swt. Unsplash.com/David Monje

Cara bertaubat kepada Allah Swt adalah dengan cara mengucapkan kalimat Istighfar untuk memohon ampunan. Di samping itu, ada beberapa doa lainnya yang diatur oleh syariat untuk mengakui dosa yang diperbuat seorang Muslim.

Nabi Muhammad saw menerangkan dalam hadisnya, bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan dosa. Baik itu disadari atau tidak disadari, disengaja ataupun tidak.

Di sinilah fungsi kalimat Istighfar yang dibaca setiap selesai salat fardu. Keutamaan yang tersimpan di balik bacaam Istighfar adalah permohonan ampunan dan bertaubat kepada Allah atas segala perbuatan dosa.

Cara Bertaubat kepada Allah Swt adalah dengan Cara Mengucapkan Istighfar

Ilustrasi Kalimat yang Diucapkan untuk Bertaubat kepada Allah Swt. Unsplash.com/Sangga Rima Roman Selia

Cara bertaubat kepada Allah Swt adalah dengan cara mengucapkan kalimat Istighfar setiap kali usai salat lima waktu.

Bacaan Istighfar yang umum adalah أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (Astaghfirullah) yang artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."

Dalam versi yang lebih panjang yaitu أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ العَظِيمَ (Astaghfirullahal 'adzim) yang artinya adalah "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung.”

Berikut ini Istighfar Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Muslim:

عن الأغرَِِِبن يسار المزني رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : (( يا أيها الناس، توبوا إلي الله واستغفروه ، فإني أتوب في اليوم مائة مرة))(58) ( رواه مسلم)

“Dari al-Agharr bin Yasar al-Muzani radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:”Wahai sekalian manusia, bertaubat dan minta ampunlah (istighfar) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah seratus kali setiap hari.” (HR. Muslim)

Fadilah utama yang didapatkan saat membaca kalimat Istighfar adalah diampuni dosa. Karena kalimat ini dapat menghapuskan berbagai dosa yang dilakukan manusia agar diampuni Allah Swt.

Membaca Istighfar dapat memberikan ketenangan jiwa dan meluaskan pintu rezeki dari arah yang tak diduga-duga. Kalimat ini juga membantu seorang Muslim terhindar dari azab karena Istighfar bisa menjadi tameng penangkal musibah.

Doa yang Dibaca Saat Taubat Agar Mendapat Ampunan Allah Swt

Ilustrasi Kalimat yang Diucapkan untuk Bertaubat kepada Allah Swt. Unsplash.com/Imad Alassiry

Selain bacaan Istighfar di atas, ada beberapa doa lainnya yang diteladankan para Nabi terdahulu untuk dibaca saat bertaubat agar mendapatkan ampunan dari Allah Swt.

1. Doa Taubat Nabi Adam AS dan Siti Hawa dalam QS Al-A‘raf

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Rabbanā zhalamnā anfusanā. Wa illam taghfir lanā wa tarhamnā, lanakūnanna minal khāsirīna.

Artinya: Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri sendiri. Jika Kau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk hamba-Mu yang merugi. (QS Al-A‘raf: 23).

2. Doa Taubat Nabi Yunus AS dalam QS Al-Anbiya

Berikut ini adalah lafal doa taubat Nabi Yunus a.s di dalam tiga kegelapan, yaitu kegelapan malam, kegelapan di bawah laut, dan kegelapan di dalam perut ikan.

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Lā ilāha illā anta. Subhānaka innī kuntu minaz zhālimīna.

Artinya: Tiada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim. (QS Al-Anbiya: 87).

3. Doa Taubat Rasulullah saw dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

Nabi Muhammad mengajarkan sebuah doa pengakuan dosa. Bahwa dalam sebuah kesempatan, Nabi mengajarkan doa taubat kepada Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq r.a. yang seharusnya dibaca di dalam shalat.

Para Ulama kemudian menganjurkan unat Islam membaca doa ini setelah membaca tasyahud akhir sebelum salam dalam salat.

اَللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا, وَلَا يَغْفِرُ اَلذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ, فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ, وَارْحَمْنِي, إِنَّكَ أَنْتَ اَلْغَفُورُ اَلرَّحِيمُ

Allāhumma innī zhalamtu nafsī zhulman katsīran (tercatat “kabīran” pada sebagian riwayat), wa lā yaghfirud dzunūba illā anta, faghfir lī maghfiratan min ‘indika, warhamnī, innaka antal ghafūrur rahīmu.

Artinya: Tuhanku, sungguh aku telah menganiaya diri sendiri dengan penganiayaan yang banyak (sebagian riwayat ‘yang besar’). Tiada yang dapat mengampuninya kecuali Engkau. Anugerahkanlah ampunan dari sisi-Mu. Rahmatilah aku. Sungguh, Kau maha pengampun, lagi maha penyayang. (HR Bukhari dan Muslim).

Kalimat yang diucapkan untuk bertaubat kepada Allah Swt adalah Istighfar dan doa di atas. Dengan kalimat tersebut Allah senantiasa akan selalu menerima taubat setiap hambanya. (Win)

Baca juga: Daftar Ayat Surat Ad-Dhuha yang Terdapat Hukum Bacaan Tafkhim