Kata yang Digunakan untuk Menggabungkan Dua Kalimat Menjadi Satu
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, siswa diajak untuk berlatih menulis sebagai wadah mengungkapkan ide dan gagasannya. Dalam praktiknya, siswa diajak memahami berbagai jenis kata, termasuk kata yang digunakan untuk menggabungkan dua kalimat menjadi satu adalah konjungsi.
Mengutip buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas XI, Heny Marwati dkk, 2021, x, di jenjang ini siswa mulai diberi tugas meningkatkan keterampilan menulisnya, yaitu menulis sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik.
Dalam menulis tentu banyak jenis kata yang digunakan untuk memperkaya hasil tulisan dan membuatnya lugas serta mudah dipahami pembaca. Salah satu jenis kata adalah konjungsi yang fungsinya tampak sebagai penyambung antara kalimat satu dan lainnya.
Kata yang Digunakan untuk Menggabungkan Dua Kalimat Menjadi Satu dalam Bahasa Indonesia
Kata yang digunakan untuk menggabungkan dua kalimat menjadi satu adalah konjungsi. Kata penghubung (konjungsi) adalah jenis kata yang fungsinya untuk menghubungkan dua kalimat, kata, frasa, dan klausa menjadi satu kesatuan yang padu.
Penggunaan konjungsi menciptakan keterhubungan antar-ide dalam sebuah teks, sehingga menjadi lebih jelas, logis, dan mudah dipahami para pembaca. Berikut adalah beberapa jenis konjungsi dan contohnya untuk dipelajari:
1. Konjungsi Koordinatif
Konjungsi koordinatif berfungsi menggabungkan dua kalimat tunggal yang memiliki kedudukan setara atau sederajat. Misalnya pada beberapa kata berikut ini:
Andi bermain sepak bola dan Budi menonton di pinggir lapangan. Kata “dan” pada kalimat tersebut menjadi penanda hubungan penambahan.
Kamu mau ikut latihan sepak bola sore ini atau beristirahat saja di rumah?. Kata “atau” dalam kalimat tersebut sebagai penanda hubungan pemilihan
Tim kami sudah bermain dengan bagus, tetapi keberuntungan belum berpihak pada kami. Kata “tetapi atau melainkan” adalah penanda hubungan perlawanan.
2. Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif digunakan untuk menggabungkan dua kalimat yang kedudukannya tidak setara. Misalnya dalam sebuah kalimat yang fungsinya sebagai anak kalimat atau penjelas dari kalimat utama.
Pertandingan sepak bola antar Kecamatan ditunda karena hujan deras mengguyur stadion. Kata “karena/sebab” menjadi kata yang menunjukkan adanya hubungan sebab dan akibat.
Sekolah kita akan menang jika semua pemain fokus dan disiplin. Kata “jika, kalau, apabila” adalah konjungsi yang menyatakan adanya hubungan syarat.
Pelatih memberikan instruksi terakhir sebelum para pemain masuk ke lapangan. Kata “ketika/sebelum/sesudah” menunjukkan adanya hubungan waktu”
3. Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi antarkalimat digunakan untuk menghubungkan dua kalimat yang berbeda. Biasanya konjungsi ini berada di awal kalimat baru untuk menyambung dengan kalimat sebelumnya. Konjungsi ini selalu diikuti oleh tanda koma (,). Misalnya pada beberapa contoh berikut ini:
Hari sudah mulai gelap. Oleh karena itu, wasit meniup peluit panjang tanda laga usai.
Zio mengalami cedera otot yang cukup parah. Namun, ia tetap memaksakan diri untuk tetap bermain demi timnya.
Latihan fisik sangat penting untuk menjaga stamina. Selain itu, menjaga pola makan juga tidak kalah penting.
Kata yang digunakan untuk menggabungkan dua kalimat menjadi satu adalah konjungsi. Memperkaya tulisan dengan kata konjungsi dapat membantu siswa menghasilkan karya tulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. (Win)
Baca juga: Macam-Macam Raut Geometris dan Contohnya dalam Seni Rupa