Konten dari Pengguna

Kembar Mayang adalah Apa dalam Adat Jawa? Ini Pengertian dan Filosofinya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kembar Mayang adalah. Foto: Unsplash/ Rio Syhputra
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kembar Mayang adalah. Foto: Unsplash/ Rio Syhputra

Kembar Mayang adalah apa dalam adat Jawa menjadi salah satu pertanyaan yang menarik untuk diketahui, khususnya bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh berbagai tradisi dalam upacara pernikahan adat Jawa.

Istilah tersebut berkaitan dengan salah satu perlengkapan yang memiliki kedudukan tersendiri dalam rangkaian prosesi pernikahan. Penggunaan Kembar Mayang dalam adat Jawa juga tidak terlepas dari berbagai nilai dan simbol yang diwariskan secara turun-temurun.

Kembar Mayang adalah

Ilustrasi Pernikahan Adat Jawa. Foto: Unsplash/ Krisna Putra Pratama

Dikurip dari Jurnal Kembar Mayang Dalam Upacara Pernikahan Masyarakat Jawa (Tinjauan Filosofis), Widya Katambung: Jurnal Filsafat Agama Hindu, Vol. 13 No. 1, Duwi Oktaviana, (2022: 37), Kembar Mayang adalan salah satu unsur yang terdapat dalam upacara pernikahan adat Jawa.

Dikenal dalam bentuk janur atau daun kelapa muda yang dihias dengan bunga dan berbagai daun, kemudian diletakkan pada pohon pisang. Kembar Mayang memiliki bentuk yang khas dan dibuat sebagai sepasang, sehingga disebut “kembar”.

Keberadaannya dalam upacara pernikahan tidak hanya berkaitan dengan unsur keindahan atau dekorasi, tetapi juga mempunyai makna filosofis bagi kehidupan masyarakat Jawa.

Kembar Mayang memiliki hubungan erat dengan pandangan hidup masyarakat Jawa mengenai hubungan manusia dengan alam atau lingkungan. Dalam pandangan tersebut terdapat ikatan kosmologis antara manusia dan alam.

Artinya, kehidupan manusia dipandang tidak terpisahkan dari lingkungan tempat manusia menjalani kehidupannya. Kembar Mayang menjadi salah satu bentuk simbol yang menggambarkan hubungan tersebut melalui penggunaan berbagai unsur yang berasal dari alam.

Selain hubungan manusia dengan alam, bentuk Kembar Mayang juga mengandung nilai estetika. Keindahan susunan janur, daun, dan bunga di dalamnya bukan hanya dimaksudkan untuk memperindah pelaksanaan upacara, tetapi juga menjadi media yang menggambarkan hubungan timbal balik antara manusia dengan leluhurnya. Dengan demikian, kembar mayang memiliki dimensi estetis sekaligus filosofis dalam tradisi masyarakat Jawa.

Filosofi Kembar Mayang

Kembar Mayang juga dipahami sebagai saksi suatu peristiwa penting dalam kehidupan manusia. Dalam pernikahan, kembar mayang secara simbolis menjadi saksi perubahan status seseorang, yaitu dari status sebagai bujangan atau gadis menuju status sebagai orang yang telah menikah.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pernikahan dalam masyarakat Jawa tidak hanya dipandang sebagai hubungan antara dua individu, tetapi juga sebagai sebuah tahapan penting dalam kehidupan sosial seseorang.

Kembar Mayang juga berkaitan dengan konsep tetenger, yaitu tanda atau penanda dalam suatu peristiwa. Kehadirannya menjadi bagian dari perlengkapan upacara yang menandai berlangsungnya suatu peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kembar mayang tidak dapat dipahami hanya berdasarkan bentuk fisiknya, tetapi juga melalui nilai simbolik yang melekat di dalamnya.

Jadi, kembar mayang bukan hanya unsur dekoratif dalam pernikahan, melainkan bagian dari simbol budaya yang memiliki nilai filosofis dalam kehidupan masyarakat Jawa. (Idaf)

Baca juga: Mak Comblang adalah Apa dalam Istilah Percintaan? Cari Tahu di Sini