Konten dari Pengguna

Kenapa Air Laut Asin Menurut Islam? Ini Penjelasannya dalam Al-Quran

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa Air Laut Asin Menurut Islam. Unsplash.com/Joachim Lesne
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Air Laut Asin Menurut Islam. Unsplash.com/Joachim Lesne

Saat sedang bermain di tepi pantai, banyak orang mendapati percikan air yang mengenai mulut terasa asin. Fenomena alam yang unik ini menimbulkan suatu pertanyaan penting, kenapa air laut asin menurut Islam?

Air laut memiliki rasa asin, tentu berbeda dengan rasa air sungai dan air hujan. Fenomena ini jika dikaji dalam Islam membuat pertanyaan yang cukup esensial, mengapa Allah Swt menciptakan air laut asin? Penjelasannya tentu bisa dikaji melalui ayat-ayat Al-Quran.

Yang Perlu Diketahui, Kenapa Air Laut Asin Menurut Islam?

Kenapa Air Laut Asin Menurut Islam. Unsplash.com/Colin Watts

Kenapa air laut asin menurut Islam? Dalam Islam, segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah Swt memiliki hikmah dan manfaat bagi kehidupan manusia. Al-Quran menjelaskan berbagai fenomena alam sebagai tanda kebesaran Allah

Termasuk juga tentang keberadaan air laut yang rasanya asin dan berbeda karakteristiknya dengan air tawar. Al-Quran memang tidak secara spesifik menyebutkan bahwa air laut menjadi asin karena proses kimia tertentu.

Penjelasan tentang penyebab ilmiah air laut asin bisa dipahami melalui ilmu pengetahuan. Ayat-ayat Al-Quran memberikan pelajaran tentang kekuasaan Allah dan manfaat air bagi makhluk hidup.

Secara ilmiah, air laut asin karena kandungan garam terlarut, terutama natrium klorida. Mineral dan ion garam berasal dari pelapukan batuan di daratan yang terbawa dari aliran sungai menuju laut, dan berbagai proses geologi di dasar laut.

Air yang menguap dalam siklus air menyebabkan sebagian besar larutan garam tertinggal di laut. Sehingga air laut tetap memiliki kadar garam yang tinggi meskipun mengalami penguapan.

Salah satu ayat Al-Quran yang berkenaan dengan air dan kekuasaan Allah Swt tercantum dalam Surat Ar-Rahman ayat 19–20. Allah Swt berfirman bahwa Dia membiarkan dua laut bertemu, sementara di antara keduanya terdapat batas yang tidak bisa dilampaui masing-masing.

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ

Artinya: “Dia membiarkan dua laut (tawar dan asin) bertemu.” (QS Ar-Rahman: 19)

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ

Artinya: “Di antara keduanya ada pembatas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.” (QS Ar-Rahman: 20)

Ayat ini tersebut mengajak umat manusia memperhatikan fenomena perairan yang memiliki berbagai karakteristik berbeda. Dalam kajian tafsir dan sains, pertemuan air dengan kadar garam, suhu, dan kepadatan berbeda dapat membentuk sebuah lapisan peralihan, namun terjadi secara bertahap.

Penjelasan lainnya terdapat di dalam Surah Al-Waqi’ah ayat 68–70. Ayat tersebut mengajak manusia memikirkan tentang air yang diminum setiap hari. Hal ini mengingatkan bahwa Allah Swt berkuasa menjadikannya asin apabila Dia menghendaki.

Pesan ayat tersebut menyiratkan betapa pentingnya bersyukur atas nikmat air tawar yang bisa dimanfaatkan manusia untuk minum dan memenuhi kebutuhan hidup setiap hari.

Dalam siklus air, penguapan air laut adalah bagian dari proses pembentukan awan dan hujan. Pada saat air laut menguap, sebagian besar garam tertinggal di laut sehingga hujan memiliki kadar garam yang jauh lebih rendah.

Kenapa air laut asin menurut Islam dapat dikaji lebih dalam melalui pemahaman ayat Al-Quran dan tafsirnya. Melalui pemahaman tersebut, setiap Muslim diharapkan semakin bersyukur atas nikmat air dan menjaga kelestarian laut sebagai bagian dari kehidupan di bumi. (Win)

Baca juga: Tanda-Tanda Orang yang Beriman yang Perlu Diketahui