Kenapa Anime Punya Episode Filler? Ternyata Ini Tujuannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembahasan mengenai kenapa anime punya episode filler menjadi menarik untuk diperhatikan.
Istilah tersebut bukan sekadar sebutan untuk episode tambahan, tetapi berkaitan dengan cara sebuah serial mempertahankan ritme penayangannya.
Fenomena ini juga menjadi bagian yang cukup akrab dalam pengalaman mengikuti anime, terutama bagi penggemar serial dengan jumlah episode yang panjang.
Kenapa Anime Punya Episode Filler yang Terkait dengan Proses Produksi
Kenapa anime punya episode filler menjadi hal yang berkaitan erat dengan proses produksi serial yang memiliki cerita panjang.
Episode filler biasanya muncul ketika anime mengadaptasi sumber cerita seperti manga atau light novel yang masih terus berjalan.
Dalam kondisi tersebut, studio anime dapat mendekati atau bahkan menyusul perkembangan cerita dari sumber aslinya.
Jika alur utama terus diadaptasi tanpa jeda, materi yang tersedia bisa habis sebelum cerita sumber memiliki kelanjutan baru. Karena itu, episode filler digunakan untuk mengisi jarak waktu hingga materi utama kembali tersedia.
Berdasarkan informasi dari gamerant.com, jeda tersebut dapat berlangsung selama beberapa minggu bahkan hingga beberapa tahun.
Proses pembuatan manga juga membutuhkan waktu yang berbeda-beda, bergantung pada gaya dan kecepatan kerja masing-masing mangaka. Selain itu, kondisi kesehatan dapat menyebabkan produksi manga terhenti dalam waktu tertentu.
Salah satu contohnya adalah Yoshihiro Togashi, mangaka Hunter x Hunter, yang mengalami jeda panjang akibat masalah nyeri punggung kronis. Situasi seperti ini dapat berpengaruh terhadap kelanjutan materi yang nantinya diadaptasi menjadi anime.
Filler tidak selalu berarti cerita yang hanya berisi komedi. Dalam anime, materi yang tidak terdapat dalam sumber asli juga dapat disebut filler.
Karena itu, episode atau arc tambahan dengan cerita serius, pertarungan, maupun konflik tertentu tetap termasuk filler apabila tidak berasal dari materi sumber.
Penggunaannya pun dapat membantu menjaga jarak antara anime dan cerita asli sehingga produksi serial tetap dapat berlangsung.
Selain mengisi kekosongan materi, filler juga dapat memberikan ruang dalam alur cerita. Setelah melewati rangkaian konflik berat dan adegan penuh ketegangan, episode tambahan dapat menghadirkan perubahan suasana untuk sementara waktu.
Filler juga dapat digunakan untuk menampilkan sisi tertentu dari karakter utama maupun karakter pendukung yang tidak terlalu banyak dibahas dalam cerita utama.
Bleach menjadi salah satu anime yang dikenal memiliki banyak arc filler, seperti Bount Arc, Kasumioji Conspiracy Arc, Zanpakuto Rebellion Arc, dan Reigai Uprising Arc.
Sementara itu, Naruto memiliki banyak episode filler yang berkaitan dengan berbagai misi, termasuk Mizuki Tracking Mission, Kurosuki Family Removal Mission, dan Daimyo Heir Escort Mission. Serial ini juga memiliki Third Great Beast Arc sebagai salah satu arc filler.
Pada Demon Slayer, penggunaan filler jauh lebih sedikit. Versi cerita Mugen Train yang terdiri dari sepuluh episode memiliki episode pertama yang secara teknis termasuk filler karena tidak banyak memajukan alur utama.
Meski demikian, episode tersebut memberikan lebih banyak ruang untuk mengenal Kyojuro Rengoku.
Dengan demikian, filler terutama digunakan untuk menjaga keberlangsungan penayangan anime ketika materi sumber belum cukup tersedia.
Meskipun sering dianggap mengganggu alur, keberadaannya berkaitan dengan kebutuhan produksi dan pengaturan cerita dalam serial anime yang panjang. (DANI)
Baca juga: Anime yang Terinspirasi dari Kisah Nyata dan Punya Latar Belakang Menarik