Kenapa Anjing Menggonggong pada Suara Tertentu? Ini Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa anjing menggonggong pada suara tertentu menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan ketika melihat perilaku anjing sehari-hari.
Suara yang bagi manusia terdengar biasa saja terkadang dapat membuat anjing tiba-tiba menoleh, memasang telinga, atau bahkan menggonggong berulang kali.
Respons tersebut bisa muncul ketika mendengar bunyi dari lingkungan sekitar, suara benda tertentu, maupun suara yang datang secara tiba-tiba.
Kenapa Anjing Menggonggong pada Suara Tertentu Berulang Kali?
Kenapa anjing menggonggong pada suara tertentu menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan karena anjing tidak selalu memberikan respons yang sama terhadap setiap bunyi.
Suara yang terdengar biasa bagi manusia terkadang dapat membuat anjing langsung menggonggong atau melolong. Respons tersebut dapat muncul ketika anjing mendengar suara bernada tinggi, seperti sirene, atau nada tertentu dari alat musik.
Bunyi tersebut kemungkinan terdengar menyerupai lolongan bagi anjing sehingga muncul dorongan untuk memberikan respons.
Anjing memang menggunakan suara sebagai salah satu cara berkomunikasi, sama seperti ketika menggonggong, merengek, atau menggeram.
Perilaku tersebut memiliki kemiripan dengan serigala yang menggunakan lolongan untuk berkomunikasi dalam jarak jauh.
Serigala dapat melolong untuk tetap terhubung dengan anggota kelompok yang berada jauh, termasuk ketika sebagian anggota sedang berada di luar sarang atau akan berburu bersama.
Lolongan juga digunakan untuk memberi tanda kepada serigala lain agar tidak memasuki wilayahnya.
Dikutip dari laman akc.org, meskipun memiliki hubungan dengan serigala, anjing hidup dalam lingkungan dan sistem sosial yang berbeda. Karena itu, cara anjing menggunakan suara tidak selalu sama dengan serigala.
Anjing lebih sering menggonggong, sedangkan lolongan dapat muncul dalam situasi tertentu. Salah satunya adalah ketika anjing mendengar suara yang dianggap mirip dengan lolongan.
Sirene atau bunyi bernada tinggi dari alat musik dapat menjadi pemicu karena suara tersebut menarik perhatian dan mendorong anjing untuk ikut bersuara.
Selain suara dari lingkungan, kondisi sosial juga dapat memengaruhi perilaku vokal anjing. Anjing dapat melolong ketika mendengar seseorang berjalan menuju pintu atau ketika terpisah dari anjing lain.
Perilaku tersebut dapat menjadi cara untuk berkomunikasi dan menunjukkan keberadaannya kepada manusia maupun anjing lain.
Anjing yang merasa kesepian atau cemas juga dapat melolong untuk meminta teman atau bantuan. Hal ini sering terlihat pada anjing yang mengalami kecemasan akibat perpisahan ketika pemiliknya pergi. Dalam kondisi tertentu, lolongan dapat berkaitan dengan rasa takut.
Perubahan perilaku juga perlu diperhatikan. Jika anjing yang biasanya jarang bersuara tiba-tiba lebih sering menggonggong atau melolong, perilaku tersebut dapat menjadi respons terhadap rasa sakit atau ketidaknyamanan.
Pemeriksaan ke dokter hewan diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang mendasarinya.
Jadi, suara tertentu dapat memicu respons anjing karena berkaitan dengan cara hewan tersebut menerima dan merespons bunyi sebagai bagian dari komunikasi. Namun, respons setiap anjing dapat berbeda, bergantung pada situasi dan kondisi yang sedang dialaminya. (KIKI)
Baca juga: Kenapa Burung Berdiri dengan Satu Kaki? Ini Rahasia Perilaku Uniknya