Kenapa Barcode Bisa Menyimpan Informasi? Begini Cara Kerja dan Prosesnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa barcode bisa menyimpan informasi? Barcode dapat menyimpan informasi karena adanya pola garis, ruang putih, dan angka yang terlihat sederhana. Sebenarnya, barcode hadir sebagai cara untuk mengubah data menjadi pola visual yang bisa dipindai komputer.
Dikutip dari www.netsuite.com, barcode telah digunakan selama lebih dari 70 tahun. Barcode menjadi bagian penting dalam dunia perdagangan, pergudangan, distribusi, hingga pelayanan kesehatan.
Kenapa Barcode Bisa Menyimpan Informasi dalam Proses Kerjanya?
Masyarakat sering menemukan barcode pada kemasan makanan, botol sampo, buku, koper, gelang pasien, bahkan pada kendaraan. Lalu kenapa barcode bisa menyimpan informasi serta bagaimana pula cara kerjanya?
Secara fisik, barcode berbentuk persegi panjang yang terdiri atas garis-garis hitam dengan ketebalan yang berbeda, ruang putih, dan angka. Bagi penglihatan, susunan ini mungkin tampak seperti garis acak.
Namun, bagi alat scanner, setiap perbedaan antara garis hitam dan ruang putih adalah pola yang mempunyai arti tertentu.
Scanner dapat membaca pola tersebut menggunakan sensor. Kemudian mengubahnya menjadi data digital yang dapat diproses oleh komputer.
Pada barcode satu dimensi atau 1D seperti UPC dan EAN, lebar, urutan garis, dan ruang putih digunakan untuk merepresentasikan angka.
Sederhananya, komputer menerjemahkan pola tersebut ke dalam bentuk data biner, yaitu kombinasi nilai 0 dan 1. Susunan nilai ini diterjemahkan menjadi angka tertentu. Jadi sebenarnya, sebuah barcode merupakan representasi visual dari sebuah kode.
Namun, barcode tidak selalu menyimpan seluruh informasi mengenai produk tertentu. Barcode biasanya berisi kode identitas yang digunakan untuk menemukan informasi produk di satuan database.
Contohnya saat scanner membaca kode tertentu, komputer menggunakannya untuk mencari data seperti nama produk, harga, produsen, dan jumlah stok.
Di supermarket, saat kasir mengarahkan scanner ke barcode sebuah botol minuman, scanner tidak perlu mengetahui secara langsung bahwa benda tersebut adalah minuman tertentu.
Scanner cukup membaca kode, misalnya 123456789012. Komputer kasir akan mencocokkan kode tersebut dengan database.
Apabila kode tersebut terdaftar sebagai produk tertentu, sistem akan menampilkan nama dan harga produk secara otomatis. Hal ini membuat proses pembayaran jauh lebih cepat daripada memasukkan informasi produk secara manual.
Selain barcode 1D, terdapat barcode dua dimensi (2D) seperti QR Code. Berbeda dari barcode linear yang menggunakan pola sepanjang satu arah, barcode 2D menyimpan pola dengan dua arah.
Barcode jenis ini dapat membawa lebih banyak informasi dan dapat digunakan. Misalnya untuk mengarahkan pengguna ke sebuah situs web.
Kenapa barcode bisa menyimpan informasi karena pola tersebut merupakan bahasa visual yang dapat diterjemahkan scanner menjadi kode yang relevan dari sistem database. (Aya)
Baca juga: Kenapa Gula Pasir Bisa Mengeras? Begini Cara Menyimpan Gula yang Tepat