Konten dari Pengguna

Kenapa Genangan Air Menghilang Setelah Beberapa Waktu? Ini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Genangan Air Menghilang Setelah Beberapa Waktu, Foto: Unsplash/Rupert Britton
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Genangan Air Menghilang Setelah Beberapa Waktu, Foto: Unsplash/Rupert Britton

Pernah melihat genangan air di jalan yang lama-lama mengecil hingga hilang sendiri? Kenapa genangan air menghilang setelah beberapa waktu? Genangan yang awalnya terlihat jelas perlahan menyusut hingga akhirnya tidak tersisa.

Perubahan tersebut tentu bikin penasaran. Terutama ketika tidak ada yang mengambil atau memindahkan air tersebut.

Kenapa Genangan Air Menghilang Setelah Beberapa Waktu Hingga Tidak Tersisa?

Ilustrasi Genangan Air, Foto: Unsplash/Anton Atanasov

Kenapa genangan air menghilang setelah beberapa waktu? Mengutip situs https://education.nationalgeographic.org, genangan air bisa menghilang setelah beberapa waktu karena air mengalami penguapan (evaporasi).

Ketika genangan terkena panas matahari dan udara di sekitarnya, molekul-molekul air bergerak semakin cepat hingga sebagian mampu lepas dari permukaan air dan berubah menjadi uap air.

Uap tersebut tidak terlihat oleh mata sehingga genangan seolah-olah menghilang, padahal airnya sebenarnya berpindah dari permukaan tanah ke udara.

Proses ini lebih mudah terjadi ketika cuaca panas. Semakin banyak panas yang diterima genangan, semakin cepat molekul air bergerak dan semakin banyak air yang berubah menjadi uap.

Oleh karena itu, genangan di halaman atau jalan biasanya lebih cepat kering saat terkena sinar matahari dibandingkan genangan yang berada di tempat teduh.

Penguapan sebenarnya tidak hanya terjadi pada genangan air. Proses yang sama dapat dilihat ketika pakaian basah dijemur.

Air yang menempel pada kain perlahan berubah menjadi uap dan bercampur dengan udara, sehingga pakaian akhirnya menjadi kering. Jadi, air tidak benar-benar hilang, melainkan berubah wujud dari cair menjadi gas.

Perubahan wujud air tersebut berkaitan dengan pergerakan molekul. Air dalam bentuk cair memiliki molekul yang masih berdekatan, tetapi dapat bergerak bebas.

Ketika mendapatkan energi panas, pergerakan molekul menjadi semakin cepat. Sebagian molekul yang memiliki cukup energi kemudian meninggalkan permukaan air dan berubah menjadi uap.

Setelah masuk ke atmosfer, uap air dapat bergerak ke tempat yang lebih tinggi. Di sana, suhu udara biasanya lebih rendah sehingga uap air perlahan mendingin.

Ketika mencapai kondisi tertentu, uap tersebut mengalami kondensasi, yaitu perubahan dari gas kembali menjadi titik-titik air. Kumpulan titik air ini kemudian dapat membentuk awan dan pada akhirnya turun kembali ke Bumi sebagai hujan.

Penguapan menjadi bagian penting dari siklus air di Bumi. Bersama kondensasi dan presipitasi atau turunnya hujan, proses ini membuat air terus bergerak dari permukaan Bumi ke atmosfer dan kembali lagi.

Sebagian besar uap air di atmosfer bahkan berasal dari proses penguapan, sementara sebagian lainnya berasal dari transpirasi atau pelepasan uap air oleh tumbuhan.

Di sisi lain, lautan juga memiliki peran besar dalam proses tersebut karena lebih dari 70 persen permukaan Bumi tertutup oleh laut. Air laut menguap karena panas matahari, tetapi garam yang terkandung di dalamnya tertinggal.

Uap air yang terbentuk kemudian dapat berkondensasi menjadi awan dan menghasilkan air tawar dalam bentuk hujan yang mengisi sungai, danau, serta sumber air lainnya.

Kenapa genangan air menghilang setelah beberapa waktu? Ketika melihat genangan air yang perlahan lenyap setelah hujan, sebenarnya diri sedang menyaksikan bagian kecil dari siklus air yang berlangsung terus-menerus.

Genangan boleh menghilang dari pandangan, tetapi airnya tidak benar-benar pergi, airnya hanya berganti wujud dan melanjutkan perjalanannya ke udara. (Fikah)

Baca juga: Kenapa Warna Benda Bisa Terlihat Berbeda di Bawah Lampu? Ini Penyebabnya