Konten dari Pengguna

Kenapa Hujan Memiliki Bau Khas? Ini Penjelasan di Balik Aroma Setelah Hujan

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Hujan Memiliki Bau Khas, Foto:Unsplash/Alex Dukhanov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Hujan Memiliki Bau Khas, Foto:Unsplash/Alex Dukhanov

Hal yang membuat kenapa hujan memiliki bau khas menjadi sesuatu yang menarik untuk diketahui.

Aroma setelah hujan bukan sekadar kesan yang muncul karena suasana berubah, melainkan berkaitan dengan berbagai proses yang terjadi ketika air hujan bersentuhan dengan permukaan tanah dan lingkungan di sekitarnya.

Menariknya, bau yang muncul juga tidak selalu terasa sama di setiap tempat.

Kenapa Hujan Memiliki Bau Khas Setelah Bersentuhan dengan Tanah?

Ilustrasi Kenapa Hujan Memiliki Bau Khas, Foto:Unsplash/Osman Rana

Kenapa hujan memiliki bau khas menjadi hal yang menarik karena aroma tersebut sebenarnya bukan berasal dari air hujan.

Saat hujan turun dan tetesannya mengenai permukaan bumi, berbagai unsur dari tanah, tumbuhan, serta udara dapat menghasilkan aroma yang mudah dikenali.

Bau tersebut biasanya semakin terasa ketika hujan pertama membasahi tanah yang sebelumnya kering. Kondisi inilah yang membuat udara setelah hujan memiliki aroma yang berbeda dibandingkan sebelumnya.

Dikutip dari laman rri.co.id, aroma khas setelah hujan dikenal sebagai petrichor. Istilah ini digunakan untuk menyebut aroma yang muncul ketika hujan membasahi tanah kering.

Petrichor berasal dari perpaduan minyak alami yang dihasilkan oleh beberapa jenis tumbuhan dan senyawa tertentu dari bakteri yang hidup di dalam tanah. Salah satu bakteri yang berperan menghasilkan senyawa tersebut adalah Streptomyces.

Ketika tetesan hujan mengenai tanah, partikel-partikel dari senyawa tersebut dapat terlepas dan masuk ke udara.

Partikel itu kemudian terbawa sehingga dapat tercium oleh hidung. Proses sederhana tersebut membuat aroma tanah menjadi lebih kuat setelah hujan turun, terutama ketika permukaan tanah sebelumnya berada dalam kondisi kering.

Selain petrichor, aroma segar yang terkadang terasa sebelum hujan juga dapat dipengaruhi oleh ozon. Gas ini dapat terbentuk akibat aktivitas listrik di atmosfer, termasuk petir.

Ketika ozon terbentuk, angin dapat membawa gas tersebut ke berbagai tempat sehingga aromanya terkadang sudah tercium sebelum hujan benar-benar turun.

Hidung manusia juga memiliki kemampuan yang cukup peka dalam mengenali aroma tersebut. Salah satu senyawa yang mudah terdeteksi adalah geosmin, yaitu zat yang dihasilkan oleh bakteri tanah.

Meskipun jumlahnya sangat sedikit, geosmin dapat menghasilkan aroma yang cukup jelas sehingga mudah dikenali ketika bercampur dengan udara setelah hujan.

Dengan demikian, bau khas yang sering disebut sebagai bau hujan sebenarnya merupakan hasil dari beberapa unsur alami yang bertemu ketika hujan turun.

Tanah yang kering, minyak dari tumbuhan, senyawa yang dihasilkan bakteri, serta kondisi atmosfer dapat berperan dalam menciptakan aroma tersebut.

Karena prosesnya terjadi secara alami, aroma hujan dapat terasa begitu khas dan mudah dikenali ketika muncul setelah hujan membasahi permukaan bumi. (KIKI)

Baca juga: Kenapa Udara Setelah Hujan Terasa Lebih Segar? Ini Beberapa Faktornya