Kenapa Jeans Bisa Berubah Warna? Ini Penyebab dan Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa jeans bisa berubah warna? jeans merupakan salah satu jenis pakaian yang warnanya dapat berubah setelah sering digunakan dan dicuci. Celana denim yang awalnya berwarna biru tua atau hitam pekat, misalnya, lama-kelamaan bisa terlihat lebih terang pada bagian tertentu.
Perubahan tersebut biasanya tampak pada area yang sering mengalami gesekan, seperti paha, lutut, dan bagian belakang celana. Kondisi ini sebenarnya cukup umum dan berkaitan dengan karakteristik bahan serta pewarna yang digunakan pada denim.
Selain pemakaian sehari-hari, cara mencuci, jenis deterjen, suhu air, hingga proses pengeringan juga dapat memengaruhi perubahan warna pada jeans.
Kenapa Jeans Bisa Berubah Warna Hingga Pudar?
Kenapa jeans bisa berubah warna? dikutip dari laman capitandenim.com, perubahan warna pada jeans berkaitan dengan penggunaan pewarna indigo yang menjadi salah satu ciri khas denim.
Pewarna tersebut tidak sepenuhnya masuk ke bagian dalam serat kain, tetapi lebih banyak menempel pada permukaan serat benang. Kondisi ini membuat warna indigo secara perlahan dapat terkikis ketika jeans mengalami gesekan maupun pencucian.
Karena itu, perubahan warna pada denim tidak selalu menandakan bahwa kualitas jeans buruk. Justru, perubahan warna merupakan bagian dari karakter denim yang dapat terjadi seiring penggunaan.
Salah satu penyebab jeans berubah warna adalah gesekan saat digunakan. Ketika dipakai untuk beraktivitas, permukaan jeans akan bergesekan dengan kulit, kursi, tas, maupun berbagai benda lainnya.
Gesekan yang terjadi berulang kali dapat mengikis pewarna pada permukaan benang sehingga bagian tertentu terlihat lebih terang dibandingkan area lainnya.
Kenapa jeans bisa berubah warna? Semakin sering jeans digunakan, perubahan tersebut biasanya semakin terlihat, terutama pada bagian yang paling banyak mengalami tekanan dan gesekan.
Proses pencucian juga dapat mempercepat perubahan warna jeans. Air dan gerakan selama pencucian membuat serat kain mengalami gesekan yang dapat melepaskan sebagian pewarna.
Kondisi tersebut semakin mudah terjadi apabila jeans dicuci terlalu sering. Penggunaan mesin cuci dengan putaran yang kuat juga dapat memberikan gesekan lebih banyak pada permukaan denim sehingga warna lebih cepat memudar.
Suhu air turut memengaruhi ketahanan warna jeans. Penggunaan air yang terlalu panas dapat membuat pewarna lebih mudah terlepas dari serat kain selama proses pencucian.
Karena itu, pencucian dengan air dingin lebih disarankan untuk membantu menjaga warna denim. Selain suhu air, pemilihan deterjen juga perlu diperhatikan karena deterjen yang terlalu keras dapat mempercepat hilangnya warna pada pakaian, terutama jeans berwarna gelap.
Paparan sinar matahari dalam waktu lama juga dapat membuat warna jeans berubah. Setelah dicuci, jeans yang terus-menerus terkena sinar matahari dapat mengalami pemudaran secara bertahap.
Hal tersebut terutama terlihat pada denim berwarna biru tua atau hitam yang lebih mudah menunjukkan perubahan warna. Oleh sebab itu, jeans sebaiknya tidak dijemur terlalu lama di bawah paparan matahari langsung.
Perubahan warna pada jeans sebenarnya merupakan bagian dari karakter bahan denim dan tidak selalu berarti pakaian tersebut sudah rusak.
Untuk memperlambat prosesnya, jeans dapat dicuci dengan posisi terbalik, menggunakan air dingin, serta memakai deterjen yang tidak terlalu keras.
Jeans juga tidak perlu terlalu sering dicuci apabila belum benar-benar kotor. Dengan perawatan yang tepat, warna jeans dapat bertahan lebih lama, sementara perubahan warna yang muncul secara alami tetap dapat menjadi ciri khas dari pakaian denim.(Arif)
Baca juga: Mengapa Kain Bisa Menyusut Setelah Dicuci? Kenali Faktor yang Memengaruhinya