Kenapa Kelelawar Tidur dengan Posisi Terbalik? Ini Alasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa kelelawar tidur dengan posisi terbalik? Hal ini berkaitan erat dengan bentuk tubuh dan kebiasaan hidup hewan mamalia ini.
Kelelawar memiliki kaki yang ramping, sementara telapak dan cakarnya mampu mencengkeram permukaan dengan kuat.
Cara bertengger tersebut membuat kelelawar dapat beristirahat di tempat yang tinggi tanpa harus menopang tubuh seperti saat berdiri di tanah.
Kenapa Kelelawar Tidur dengan Posisi Terbalik Tanpa Menopang Tubuhnya?
Kenapa kelelawar tidur dengan posisi terbalik? Dikutip dari britannica.com, alasannya karena kelelawar memiliki bentuk kaki dan mekanisme tendon yang memang mendukung posisi menggantung.
Saat cakar mencengkeram permukaan, berat tubuh justru membantu mempertahankan cengkeraman sehingga kelelawar dapat tetap bertahan tanpa harus terus menggunakan tenaga otot.
Kaki kelelawar tidak cocok digunakan untuk berjalan atau berdiri seperti kaki mamalia yang hidup di daratan. Bentuknya relatif ramping dan lebih berguna untuk mencengkeram tempat bertengger.
Cakar pada kakinya dapat mengunci permukaan seperti cabang pohon, bagian dalam gua, atau tempat lain yang menjadi lokasi istirahat.
Kemampuan mencengkeram tersebut berasal dari susunan tendon pada kaki. Ketika kelelawar menggantung, berat tubuh menarik kakinya ke bawah dan membuat jari-jari tetap mencengkeram.
Mekanisme ini bekerja seperti pengunci alami sehingga kelelawar tidak perlu mengerahkan otot secara terus-menerus agar tidak terjatuh.
Kelelawar baru perlu menggunakan tenaga ketika ingin melepaskan cengkeraman.
Begitu jari-jari kakinya dilepaskan, tubuh dapat langsung jatuh sebelum sayap digunakan untuk terbang. Cara ini membuat kelelawar tidak perlu melakukan lompatan kuat dari tanah untuk memulai penerbangan.
Kemampuan tersebut penting karena kelelawar tidak memiliki kaki belakang yang cukup kuat untuk menghasilkan dorongan besar dari permukaan tanah.
Sayapnya juga tidak dirancang untuk langsung menghasilkan gaya angkat dari posisi diam di tanah. Dengan menggantung di tempat tinggi, kelelawar dapat memanfaatkan gravitasi sebagai langkah awal sebelum terbang.
Posisi terbalik juga memberikan keuntungan ketika kelelawar beristirahat. Banyak spesies memilih tempat seperti gua, cabang pohon, atau bagian bawah jembatan yang relatif sulit dijangkau predator.
Dari tempat tersebut, kelelawar dapat segera melepaskan cengkeraman dan terbang apabila menghadapi ancaman.
Kebiasaan ini bukan berarti kelelawar mengalami gangguan pada aliran darah ketika kepalanya berada di bawah.
Sistem peredaran darah dan bentuk tubuhnya memungkinkan darah tetap mengalir dengan normal selama posisi terbalik. Tubuh kelelawar memang memiliki kemampuan fisiologis yang mendukung cara beristirahat tersebut.
Selain aman, posisi menggantung juga membuat kelelawar tidak perlu mencari permukaan datar untuk beristirahat.
Cabang pohon atau langit-langit gua sudah cukup menjadi tempat bertengger selama cakar dapat mencengkeram permukaannya dengan baik.
Hubungan antara bentuk kaki, mekanisme tendon, dan cara terbang membuat posisi terbalik sangat sesuai bagi kelelawar.
Ketika beristirahat, tubuh dapat bertahan dengan sedikit penggunaan energi, sedangkan ketika hendak terbang, gravitasi membantu memberikan momentum awal.
Posisi tidur tersebut merupakan bagian dari penyesuaian tubuh kelelawar terhadap kehidupannya sebagai mamalia yang dapat terbang.
Kenapa kelelawar tidur dengan posisi terbalik? Karena posisi ini membuatnya dapat bertengger dengan stabil, menghemat tenaga, sekaligus memudahkan tubuh untuk segera terbang saat diperlukan. (Suc)
Baca Juga: Kenapa Kelelawar Aktif Malam Hari? Ini Penjelasannya