Kenapa Ketupat Tahan Lebih Lama Daripada Nasi Biasa? Ternyata Ini Penyebabnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa ketupat tahan lebih lama daripada nasi biasa?Kketupat memiliki tekstur yang lebih padat dan kenyal dibandingkan nasi yang sehari-hari disantap.
Meski sama-sama terbuat dari beras, proses pengolahan keduanya berbeda sehingga menghasilkan karakter makanan yang tidak sama. Ketupat dimasak menggunakan selongsong janur dengan cara direbus dalam waktu yang cukup lama hingga beras mengembang dan memenuhi anyaman.
Proses tersebut membuat ketupat memiliki tekstur khas yang lebih rapat. Selain itu, cara penanganan ketupat setelah matang juga turut menentukan seberapa lama makanan tradisional ini dapat bertahan sebelum akhirnya basi.
Kenapa Ketupat Tahan Lebih Lama Daripada Nasi Biasa Walau Sudah Berhari-hari Diolah?
Kenapa ketupat tahan lebih lama daripada nasi biasa? dikutip dari laman rri.co.id, ketupat dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman janur, kemudian direbus hingga matang.
Ketupat dapat lebih tahan lama karena proses perebusannya membuat beras mengembang dan menjadi lebih padat, sementara setelah matang ketupat biasanya ditiriskan sehingga kadar air di permukaannya berkurang.
Tekstur yang padat dan kondisi permukaan yang tidak terlalu basah membuat ketupat relatif lebih lambat mengalami kerusakan dibandingkan nasi biasa.
Proses memasak menjadi salah satu alasan ketupat memiliki daya tahan yang berbeda dari nasi. Saat direbus dalam waktu lama, pati pada beras mengalami perubahan sehingga butiran beras menjadi lebih menyatu dan membentuk tekstur yang padat.
Berbeda dengan nasi yang biasanya dimasak dengan waktu lebih singkat sehingga hasil akhirnya lebih lunak. Semakin padat tekstur ketupat, semakin sedikit ruang pada permukaannya yang mudah terkena udara dan lingkungan luar. Kondisi ini ikut membuat ketupat tidak cepat berubah dibandingkan nasi yang lebih lunak.
Penggunaan selongsong janur juga menjadi bagian penting dalam proses pembuatan ketupat. Anyaman janur berfungsi sebagai wadah yang membatasi ruang pengembangan beras selama perebusan.
Setelah matang, ketupat kemudian dikeluarkan dan biasanya digantung atau ditiriskan supaya uap serta air yang tersisa dapat berkurang. Proses penirisan penting karena kelembapan berlebih dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan makanan basi.
Meski dikenal lebih tahan lama, ketupat tetap tidak boleh disimpan sembarangan. Ketupat yang dibiarkan pada suhu ruang terlalu lama tetap berisiko ditumbuhi mikroorganisme dan mengalami perubahan rasa, aroma, maupun tekstur. Penyimpanan di tempat yang bersih dan sejuk dapat membantu memperpanjang masa simpannya.
Itulah penyebab kenapa ketupat tahan lebih lama daripada nasi biasa. Kuncinya terletak pada proses perebusan yang lama, tekstur ketupat yang lebih padat, serta penirisan setelah matang yang membantu mengurangi kelembapan di permukaan.
Namun, ketupat tetap dapat basi sehingga cara penyimpanan yang tepat diperlukan agar tetap aman dikonsumsi.(Yolan)
Baca juga: Bagaimana Rice Cooker Tahu Nasi Sudah Matang? Ini Cara Kerjanya