Kenapa Kucing Memiliki Lidah yang Kasar? Ternyata Ini Fungsi Pentingnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa kucing memiliki lidah yang kasar menjadi pertanyaan menarik ketika permukaan lidah hewan ini terasa seperti amplas saat menyentuh kulit.
Lidah kucing memiliki tekstur khas yang membuatnya berbeda dari sebagian besar hewan peliharaan lain, terutama ketika digunakan untuk menjilat tubuh.
Bentuk permukaan tersebut merupakan bagian dari anatomi kucing yang berkaitan dengan cara hewan ini menjalani aktivitas sehari-hari.
Kenapa Kucing Memiliki Lidah yang Kasar Saat Menyentuh Kulit?
Kenapa kucing memiliki lidah yang kasar? Dikutip dari cats.org.uk, permukaan lidah kucing dipenuhi tonjolan kecil bernama papila yang bentuknya menyerupai kait dan mengarah ke bagian belakang mulut.
Papila tersebut tersusun dari keratin, protein yang juga membentuk rambut dan kuku pada manusia.
Susunan papila membuat permukaan lidah terasa kasar ketika disentuh. Struktur ini bukan sekadar pembeda fisik, sebab bentuk dan arahnya membantu kucing melakukan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan perawatan tubuh serta cara memperoleh makanan.
Salah satu kegunaan paling jelas terlihat ketika kucing menjilati bulunya. Papila bekerja seperti sisir kecil yang melewati lapisan rambut.
Gerakannya membantu mengangkat kotoran, merapikan bulu, serta membawa rambut yang sudah terlepas keluar dari lapisan bulu.
Kucing juga dapat menggunakan lidah tersebut untuk merawat bagian tubuh yang sulit dijangkau dengan kaki. Kebiasaan menjilat membantu menjaga bulu tetap rapi sekaligus menjadi bagian dari rutinitas perawatan tubuh.
Tekstur lidah yang khas turut membantu ketika kucing minum. Cara kucing mengambil air berbeda dari manusia karena hewan ini tidak sekadar mencelupkan lidah lalu menariknya keluar.
Gerakan lidah yang cepat menciptakan kolom air kecil dari permukaan, kemudian kucing menutup mulut dan menelannya.
Fungsi lain berkaitan dengan pola makan kucing sebagai karnivora. Papila yang keras dan mengarah ke belakang dapat membantu melepaskan daging yang masih menempel pada tulang. Struktur tersebut membuat bagian makanan tertentu lebih mudah diambil.
Meski memiliki manfaat, papila juga dapat membuat benda kecil atau serat tertentu tersangkut di permukaan lidah.
Kondisi itu dapat membuat kucing menjulurkan lidah atau menunjukkan gerakan mulut yang tidak biasa ketika mencoba melepaskan sesuatu yang mengganjal. Lidah yang sesekali terlihat keluar tidak otomatis menunjukkan masalah kesehatan.
Kucing dapat menjulurkan lidah setelah terganggu saat sedang makan atau membersihkan tubuh, ketika tertidur dalam keadaan sangat rileks, maupun saat membuka mulut untuk menangkap aroma tertentu.
Hal yang perlu diperhatikan adalah perubahan pada kondisi lidah. Lidah kucing yang sehat umumnya berwarna merah muda. Warna yang berubah menjadi putih, biru, ungu, abu-abu, kuning, atau merah tua dapat menunjukkan kondisi yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Perubahan bentuk juga tidak boleh diabaikan, terutama jika disertai pembengkakan, luka, bercak, benjolan, atau sariawan.
Gangguan pada lidah dapat memengaruhi kemampuan kucing untuk makan dan minum, sehingga pemeriksaan dokter hewan diperlukan jika perubahan tersebut menetap atau disertai gejala lain.
Tekstur kasar pada lidah ternyata memiliki fungsi yang erat dengan kehidupan kucing, bukan sekadar ciri tubuh yang unik.
Kenapa kucing memiliki lidah yang kasar dapat dipahami dari keberadaan papila berkeratin yang membantu proses merawat bulu, minum, dan mengambil makanan. (Suc)
Baca Juga: Kenapa Kucing Suka Masuk Kardus? Simak Penjelasan Psikologisnya Berikut Ini