Konten dari Pengguna

Kenapa Kucing Mengibaskan Ekornya? Inilah Alasan Psikologinya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kenapa kucing mengibaskan ekornya?,Pexels/Osman İçli
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kenapa kucing mengibaskan ekornya?,Pexels/Osman İçli

Kenapa kucing mengibaskan ekornya banyak ditanyakan oleh para cat lover. Kucing sering terlihat mengibaskan ekornya ketika sedang duduk, berjalan, atau bahkan saat berada di dekat pemiliknya.

Gerakan ekor kucing ternyata bukan sekadar kebiasaan tanpa arti. Sama seperti manusia menggunakan ekspresi wajah, gestur, dan bahasa tubuh untuk menunjukkan perasaan, kucing juga menggunakan ekornya sebagai salah satu cara berkomunikasi.

Kenapa Kucing Mengibaskan Ekornya Bahkan Saat di Dekat Pemiliknya?

Ilustrasi kenapa kucing mengibaskan ekornya?, Pexels/Mikhail Vasilyev

Bagi pemilik kucing, melihat hewan peliharaan mengibaskan ekor mungkin sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Hal ini menimbulkan pertanyaan kenapa kucing mengibaskan ekornya? Simak penjelasannya berikut ini berdasarkan situs web purina.co.za.

Gerakan ekor kucing sebenarnya merupakan salah satu bentuk komunikasi. Berbeda dengan anjing yang sering mengibaskan ekor sebagai tanda kegembiraan, kucing memiliki bahasa ekor yang jauh lebih kompleks.

Gerakan ekor dapat menunjukkan berbagai kondisi emosional. Mulai dari senang, fokus, bermain, merasa terganggu, takut, hingga mengalami rasa sakit. Posisi, arah, dan kecepatan gerakan ekor perlu diperhatikan bersama bahasa tubuh kucing secara keseluruhan.

Kucing dengan ekor tegak umumnya sedang merasa percaya diri dan nyaman. Sebaliknya, gerakan ekor yang rendah dan cepat dapat menjadi tanda bahwa kucing sedang marah atau mengalami stres.

Sementara itu, kibasan ekor yang pelan dari satu sisi ke sisi lain dapat menunjukkan rasa terganggu atau tidak nyaman. Gerakan ekor yang cepat juga tidak selalu berarti kucing sedang marah.

Ketika sedang bermain atau mengejar sesuatu, kucing dapat mengibaskan ekornya dengan cepat sebagai tanda bahwa dirinya sedang bersemangat. Biasanya, perilaku ini disertai pupil mata yang melebar dan telinga yang mengarah ke depan.

Pada kondisi lain, ujung ekor yang bergerak-gerak atau berkedut dapat menunjukkan bahwa kucing sedang sangat fokus terhadap sesuatu, misalnya mainan atau objek yang menarik perhatiannya. Ada pula gerakan yang menunjukkan rasa takut.

Ketika merasa terancam, bulu pada ekor kucing dapat mengembang sehingga ekornya terlihat lebih besar. Kucing melakukan hal tersebut sebagai respons pertahanan agar terlihat lebih besar dan menakutkan bagi ancaman yang dihadapinya.

Jika melihat kondisi ini, sebaiknya berikan ruang dan jangan memaksanya untuk berinteraksi. Menariknya, ekor juga dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan kucing.

Jika kucing yang biasanya aktif tiba-tiba lebih sering berbaring, kehilangan nafsu makan, atau bersembunyi, bisa menjadi tanda bahwa kucing sedang sakit. Mengibaskan ekor secara tidak biasa juga dapat menunjukkan rasa sakit atau masalah kesehatan tertentu.

Kenapa kucing mengibaskan ekornya? Jawabannya adalah kucing mengibaskan ekornya sebagai bentuk komunikasi untuk menunjukkan berbagai kondisi emosional, seperti senang, waspada, terganggu, takut, atau stres. (Fia)

Baca juga: Kenapa Kucing Suka Masuk Kardus? Simak Penjelasan Psikologisnya Berikut Ini