Kenapa Kucing Suka Mengejar Laser? Ini Penyebabnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa kucing suka mengejar laser? tingkah laku tersebut sering terlihat saat titik cahaya merah bergerak cepat di lantai atau dinding. Kucing dapat langsung berlari, melompat, bahkan mengubah arah secara tiba-tiba untuk mengikuti cahaya tersebut.
Sekilas, aktivitas ini tampak seperti permainan sederhana. Namun, gerakan kucing ketika mengejar laser sebenarnya berkaitan dengan naluri alaminya sebagai hewan pemburu.
Selain itu, kemampuan mata kucing dalam mendeteksi gerakan membuat titik laser menjadi rangsangan yang sulit diabaikan.
Kenapa Kucing Suka Mengejar Laser, Cahaya Merah?
Kenapa kucing suka mengejar laser? dikutip dari laman www.thesprucepets.com, cahaya laser dapat menyerupai gerakan mangsa yang bergerak cepat sehingga memicu naluri berburu pada kucing.
Ketika titik merah bergerak, kucing dapat menganggapnya seperti hewan kecil yang sedang berusaha melarikan diri. Kondisi tersebut kemudian mendorong perilaku alami seperti mengintai, mengejar, menerkam, hingga berusaha menangkapnya.
Respons tersebut juga berkaitan dengan cara mata kucing mendeteksi gerakan. Retina memiliki sel batang dan sel kerucut. Sel batang berperan dalam penglihatan pada kondisi minim cahaya serta membantu mendeteksi gerakan, sedangkan sel kerucut berkaitan dengan penglihatan warna.
Kucing memiliki lebih banyak sel batang dibandingkan manusia sehingga lebih peka terhadap pergerakan. Karena itu, titik laser yang bergerak cepat dapat segera menarik perhatian, bahkan ketika muncul dari sudut pandang periferal.
Meski dapat menjadi sarana aktivitas fisik dan mental, permainan laser tetap perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Titik cahaya tersebut tidak pernah benar-benar bisa ditangkap oleh kucing.
Jika terus mengejar tanpa mendapatkan objek yang dapat disentuh atau ditangkap, sebagian kucing dapat mengalami frustrasi. Dalam kondisi tertentu, frustrasi tersebut dapat berkaitan dengan munculnya perilaku seperti menjadi lebih agresif atau merusak benda.
Karena itu, permainan dapat diakhiri dengan memberikan mainan fisik atau camilan setelah sesi mengejar laser selesai. Cara tersebut memberi kesempatan bagi kucing untuk menyelesaikan rangkaian perilaku berburu dengan mendapatkan sesuatu yang benar-benar bisa ditangkap.
Laser juga sebaiknya tidak diarahkan langsung ke mata karena cahaya yang sangat terang dapat menyebabkan masalah penglihatan atau cedera mata. Selain laser, kucing juga perlu memiliki pilihan mainan lain agar aktivitas bermain tidak hanya bergantung pada titik cahaya tersebut.(Arif)
Baca juga: Mengapa Pintu Toilet Tidak Rapat? Ini Alasan yang Perlu Diperhatikan