Konten dari Pengguna

Kenapa Makanan Terasa Lebih Asin Dingin? Ini Alasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa makanan terasa lebih asin dingin? Foto: Unsplash/Rachel Park
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa makanan terasa lebih asin dingin? Foto: Unsplash/Rachel Park

Kenapa makanan terasa lebih asin dingin? Makanan yang baru matang biasanya memiliki aroma yang lebih kuat dan rasa yang terasa lebih jelas. Namun, setelah beberapa saat dan suhunya menurun, karakter rasa makanan bisa berubah ketika kembali disantap.

Perubahan tersebut tidak selalu berarti bahan atau bumbu di dalamnya ikut berubah. Suhu makanan dapat memengaruhi cara indera pengecap menerima rasa, termasuk rasa asin.

Karena itu, makanan yang sama bisa memberikan sensasi berbeda saat masih hangat dan setelah dingin, meskipun bahan dan jumlah bumbu yang digunakan tetap sama.

Kenapa Makanan Terasa Lebih Asin Dingin Dibanding Makanan Hangat?

Ilustrasi Kenapa makanan terasa lebih asin dingin? Foto: Unsplash/Redd Francisco

Kenapa makanan terasa lebih asin dingin? dikutip dari laman www.americastestkitchen.com, makanan dingin sebenarnya tidak menjadi lebih asin karena kandungan garamnya bertambah.

Rasa asin yang terasa lebih kuat berkaitan dengan perubahan cara lidah dan indra penciuman menangkap rasa ketika suhu makanan berubah. Suhu yang berbeda dapat memengaruhi intensitas rasa yang dirasakan saat makanan dikonsumsi.

Salah satu penyebabnya adalah aroma makanan yang berkurang ketika suhunya dingin. Saat makanan masih hangat, aroma lebih mudah menguap dan masuk ke hidung.

Aroma tersebut ikut membentuk cita rasa makanan sehingga rasa asin dapat terasa lebih seimbang dengan rasa lainnya. Ketika makanan menjadi dingin, aroma yang dilepaskan lebih sedikit sehingga karakter rasa tertentu dapat terasa lebih menonjol.

Selain itu, suhu juga memengaruhi respons indera pengecap. Makanan yang sangat dingin dapat mengurangi kemampuan lidah dalam menangkap beberapa rasa secara optimal.

Akibatnya, keseimbangan rasa yang sebelumnya terasa saat makanan hangat dapat berubah. Dalam kondisi tersebut, rasa asin dapat lebih mudah terasa dibandingkan ketika makanan berada pada suhu yang berbeda.

Hal ini bukan berarti garam pada makanan bertambah setelah makanan menjadi dingin. Jumlah garam tetap sama, tetapi persepsi terhadap rasa asin dapat berubah.

Itulah alasan makanan yang sama bisa terasa berbeda ketika disantap dalam kondisi hangat dan dingin. Suhu makanan ternyata menjadi salah satu faktor yang ikut menentukan bagaimana rasa makanan asin dan rasa lainnya diterima oleh indera manusia.(Arif)

Baca juga: Rice Bowl adalah Apa? Rahasia Kenapa Menu Ini Selalu Laris