Kenapa Matahari Berwarna Merah Saat Terbenam? Simak Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa matahari berwarna merah saat terbenam menjadi salah satu fenomena alam yang mudah menarik perhatian ketika sore mulai berganti malam.
Cahaya Matahari yang pada siang hari tampak terang dan cenderung putih kekuningan perlahan terlihat berubah menjadi jingga, oranye, atau merah ketika posisinya semakin rendah di dekat cakrawala.
Perubahan warna ini membuat suasana langit menjelang malam terlihat berbeda dan sering kali menjadi pemandangan yang dinantikan.
Kenapa Matahari Berwarna Merah Saat Terbenam di Sore Menjelang Malam Hari?
Kenapa matahari berwarna merah saat terbenam berkaitan dengan cara cahaya Matahari melewati atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi.
Ketika Matahari berada dekat dengan cakrawala, cahaya yang dipancarkan harus menempuh jalur yang lebih panjang melalui atmosfer dibandingkan saat Matahari berada tinggi di langit.
Dalam perjalanan tersebut, sebagian panjang gelombang cahaya, terutama warna biru, mengalami penghamburan.
Sementara itu, cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang, seperti merah, oranye, dan kuning, dapat lebih banyak mencapai permukaan Bumi. Proses inilah yang membuat warna Matahari dan langit di sekitarnya tampak berbeda ketika terbenam.
Dikutip dari laman study.com, asap juga dapat memengaruhi tampilan warna saat Matahari terbenam. Keberadaan asap atau debu di udara dapat berkontribusi terhadap proses penghamburan panjang gelombang biru.
Karena itu, pada hari yang berasap atau berdebu, warna Matahari terbenam dapat terlihat lebih merah dan lebih pekat. Kondisi tersebut berkaitan dengan banyaknya partikel yang berada di udara dan berinteraksi dengan cahaya Matahari selama melewati atmosfer.
Warna oranye atau merah pada langit dapat terlihat ketika Matahari berada dekat dengan cakrawala, baik saat terbit maupun terbenam.
Pada sudut tersebut, cahaya Matahari melewati wilayah atmosfer yang lebih luas. Akibatnya, lebih banyak panjang gelombang biru mengalami penghamburan sebelum cahaya mencapai permukaan Bumi.
Setelah sebagian cahaya biru tersebar, cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang, yaitu merah, oranye, dan kuning, menjadi lebih dominan sehingga warna-warna tersebut tampak di langit.
Selain merah dan oranye, langit saat Matahari terbenam terkadang dapat terlihat merah muda, terutama ketika kondisi langit berawan.
Tetesan air yang membentuk awan tidak secara selektif menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang yang lebih pendek. Oleh karena itu, cahaya yang melewati tetesan air tersebut tetap terlihat putih.
Cahaya putih dari awan kemudian berpadu dengan proses penghamburan cahaya biru oleh atmosfer. Perpaduan tersebut dapat menghasilkan warna merah muda pada langit saat Matahari terbenam dalam kondisi berawan.
Dengan demikian, perubahan warna langit ketika Matahari berada di dekat cakrawala berkaitan dengan perjalanan cahaya melalui atmosfer serta kondisi seperti keberadaan asap, debu, dan awan. (KIKI)
Baca juga: Kenapa Langit Sore Berwarna Jingga? Ketahui Faktanya di Sini