Konten dari Pengguna

Kenapa Mint Terasa Dingin di Mulut? Ini Penjelasan Ilmiahnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Mint Terasa Dingin di Mulut, Foto:Unsplash/Eleanor Chen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Mint Terasa Dingin di Mulut, Foto:Unsplash/Eleanor Chen

Kenapa mint terasa dingin di mulut menjadi salah satu fenomena sederhana yang menarik untuk diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sensasi sejuk yang muncul setelah menikmati permen, minuman, atau pasta gigi dengan rasa mint terasa begitu khas, meskipun tidak ada benda bersuhu rendah yang benar-benar menyentuh bagian dalam mulut.

Kesejukan tersebut bahkan dapat terasa semakin kuat ketika udara masuk melalui mulut atau ketika mengonsumsi sesuatu setelahnya.

Kenapa Mint Terasa Dingin di Mulut Tanpa Benar-Benar Dingin?

Ilustrasi Kenapa Mint Terasa Dingin di Mulut, Foto:Unsplash/Victor Serban

Kenapa mint terasa dingin di mulut menjadi hal menarik yang dapat dirasakan saat menikmati permen, menggunakan pasta gigi, atau berkumur dengan obat kumur. Rasa sejuk tersebut begitu khas hingga sering dikaitkan dengan kesegaran dan kebersihan mulut.

Padahal, produk perawatan gigi sebenarnya tidak membutuhkan rasa mint agar dapat bekerja. Pasta gigi dan obat kumur banyak menggunakan varian spearmint, peppermint, maupun rasa mint buatan lainnya, seperti Arctic Blast.

Sensasi dingin yang muncul setelah menggunakannya bukan berasal dari perubahan suhu yang sebenarnya, melainkan berkaitan dengan cara senyawa tertentu memengaruhi saraf dan otak.

Berbagai varietas tanaman mint menghasilkan senyawa kimia bernama menthol. Senyawa inilah yang memberikan rasa khas pada mint sekaligus memunculkan sensasi dingin.

Tubuh merasakan dingin ketika protein bernama TRPM8 aktif pada sel saraf. Setelah teraktivasi, protein tersebut membantu mengirimkan sinyal ke otak yang kemudian diinterpretasikan sebagai sensasi dingin.

Berdasarkan informasi dari galleriaofsmiles.com, menthol memiliki kemampuan untuk mengaktifkan TRPM8 sehingga saraf seolah-olah menerima rangsangan dingin, meskipun suhu di dalam mulut sebenarnya tidak menurun.

Mekanisme tersebut membuat kesejukan mint terasa nyata dan menjadi ciri khas yang mudah dikenali.

Sensasi serupa juga dapat ditemukan pada makanan pedas, tetapi dalam bentuk panas. Sebagian besar makanan pedas mengandung capsaicin yang mengaktifkan protein berbeda bernama VR1. Aktivasi protein tersebut membuat otak mengartikan rangsangan sebagai panas.

Karena menthol dan capsaicin sama-sama memengaruhi sensitivitas terhadap suhu, keduanya juga dapat menimbulkan rasa mati rasa. Itulah sebabnya kedua senyawa tersebut ditemukan dalam obat penghilang rasa sakit topikal yang dijual di apotek.

Mint juga dapat membantu mengurangi bau mulut sekaligus memberikan kesan mulut lebih bersih. Ketika mulut berada dalam kondisi kering dan hangat, bakteri yang menutupi lidah, gigi, serta gusi dapat lebih mudah terasa.

Sensasi sejuk dari mint kemudian memberikan pengalaman yang berlawanan. Selain itu, mint dapat merangsang produksi air liur yang membantu membersihkan gigi dan meregenerasi enamel gigi.

Karena itu, mengunyah permen karet tanpa gula rasa mint dapat bermanfaat bagi gigi. Meski demikian, rasa mint bukan satu-satunya pilihan. Pasta gigi dengan rasa kayu manis atau permen karet juga dapat digunakan untuk menjaga kesehatan gigi. (DANI)

Baca juga: Asal Usul Angklung, Jejak Sejarah Alat Musik Tradisional yang Penuh Makna