Kenapa Nasi Goreng Indonesia Berbeda dengan Nasi Goreng China? Ini Bedanya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan kenapa nasi goreng Indonesia berbeda dengan nasi goreng China muncul karena kedua hidangan sama-sama menggunakan nasi yang digoreng bersama berbagai bahan.
Perbedaan tersebut terlihat dari pemilihan bumbu, saus, bahan pelengkap, hingga karakter rasa yang dihasilkan setelah proses memasak.
Meskipun sama-sama termasuk hidangan nasi goreng, setiap negara memiliki kebiasaan kuliner yang membuat sajian tersebut mempunyai ciri khas tersendiri.
Sama-sama Nasi Digoreng, Kenapa Nasi Goreng Indonesia Berbeda dengan Nasi Goreng China?
Kenapa nasi goreng Indonesia berbeda dengan nasi goreng China? Perbedaan utamanya terletak pada komposisi bumbu dan saus yang digunakan untuk membangun cita rasa.
Nasi goreng Indonesia umumnya memakai kecap manis yang kental dan berwarna gelap, sedangkan nasi goreng China lebih identik dengan kecap asin serta bumbu gurih yang tidak membuat nasi berubah menjadi cokelat pekat.
Berikut adalah beberapa perbedaan utama yang membuat nasi goreng Indonesia dan nasi goreng China memiliki karakter rasa serta tampilan yang berbeda, dikutip dari recipetineats.com dan thewestsider.com.au.
1. Penggunaan Kecap Manis
Kecap manis menjadi salah satu unsur yang paling mudah membedakan nasi goreng Indonesia dari versi China.
Saus ini dibuat dari kedelai yang dipadukan dengan gula sehingga menghasilkan rasa manis, tekstur lebih kental, dan warna cokelat gelap.
Saat dicampurkan ke nasi lalu dimasak dengan suhu tinggi, kecap manis melapisi butiran nasi sekaligus membantu menghasilkan rasa gurih-manis dan sedikit karamel.
Nasi goreng China umumnya menggunakan kecap asin atau kombinasi kecap asin dengan saus lain.
Hasil akhirnya cenderung lebih ringan dari sisi warna, terutama ketika memakai kecap asin berwarna terang. Beberapa variasi juga menggunakan kecap asin pekat untuk memberikan warna dan rasa yang lebih kuat.
2. Karakter Bumbu yang Berbeda
Nasi goreng Indonesia dapat menggunakan bawang putih, bawang merah, cabai, serta terasi atau pasta udang sebagai pemberi kedalaman rasa.
Terasi tidak selalu digunakan karena terdapat banyak variasi nasi goreng di Indonesia, tetapi bahan tersebut dapat menghasilkan aroma dan rasa gurih yang khas.
Nasi goreng China mempunyai pendekatan bumbu yang berbeda. Bawang putih, daun bawang, telur, sayuran, minyak wijen, saus tiram, dan kecap asin dapat digunakan untuk membentuk rasa gurih.
Anggur masak khas China juga dapat ditambahkan pada sejumlah resep untuk memperkaya aroma.
3. Pilihan Bahan Pelengkap
Nasi goreng Indonesia lazim disajikan dengan telur mata sapi sebagai pelengkap. Potongan mentimun, tomat, bawang goreng, dan kerupuk juga dapat menemani hidangan sehingga nasi goreng terasa lebih lengkap ketika disantap sebagai menu utama.
Nasi goreng China lebih fleksibel dalam penggunaan isian seperti telur orak-arik, wortel, kacang polong, jagung, ayam, udang, atau daging lainnya. Komposisinya dapat berubah sesuai daerah, restoran, maupun bahan yang tersedia.
4. Teknik dan Tekstur Nasi
Kedua jenis nasi goreng sama-sama lebih cocok dibuat menggunakan nasi yang sudah dingin. Nasi yang baru matang masih mengandung banyak air sehingga mudah menggumpal ketika dimasukkan ke wajan panas.
Nasi dingin memiliki tekstur yang lebih kering sehingga setiap butir dapat terpisah ketika ditumis. Wajan atau wok dengan panas tinggi kemudian membantu memberikan tekstur dan aroma khas hasil tumisan.
Perbedaan tersebut membuat nasi goreng Indonesia dan China mempunyai identitas rasa yang tidak sama meskipun teknik dasarnya serupa.
Penggunaan kecap manis, cabai, serta pelengkap seperti telur mata sapi memberikan karakter kuat pada versi Indonesia, sedangkan versi China lebih menonjolkan rasa gurih dari kecap asin, saus tiram, telur, dan bahan tumisan.
Pada akhirnya, kenapa nasi goreng Indonesia berbeda dengan nasi goreng China? Jawabannya terletak pada tradisi bumbu, bahan, dan cara penyajian yang berkembang di masing-masing kuliner.
Kedua hidangan tetap memiliki dasar yang sama, tetapi perpaduan bahan lokal membuat rasa, warna, aroma, dan tampilan akhirnya menjadi berbeda. (Suci)
Baca Juga: Ciri Khas Nasi Liwet yang Membedakannya dari Olahan Nasi Lain