Kenapa Ombak Selalu Bergerak Menuju Pantai? Ternyata Ini Penyebabnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa ombak selalu bergerak menuju pantai? Hal yang berkaitan dengan cara energi bergerak di permukaan laut serta kondisi perairan yang ada di sekitarnya.
Gerakan ombak tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada berbagai faktor yang memengaruhi terbentuknya gelombang dan menentukan bagaimana gelombang tersebut bergerak.
Kenapa Ombak Selalu Bergerak Menuju Pantai dan Permukaan Laut ?
Kenapa ombak selalu bergerak menuju pantai berkaitan dengan energi gelombang yang merambat melalui air laut hingga mencapai wilayah pesisir.
Gelombang memang tampak seperti air yang bergerak menuju daratan, padahal air tidak berpindah sejauh gelombangnya. Energi yang dibawa gelombanglah yang bergerak melintasi permukaan laut, sedangkan air bergerak dalam pola melingkar.
Selama tidak menemukan penghalang, energi tersebut dapat membuat gelombang menempuh jarak yang sangat jauh melintasi lautan.
Ketika mendekati pantai, kondisi perairan yang semakin dangkal membuat karakter gerakan gelombang berubah hingga akhirnya mencapai garis pantai.
Dikutip dari laman oceanservice-noaa-gov, sebagian besar gelombang terbentuk karena hembusan angin. Gesekan antara angin dan permukaan air menimbulkan gangguan yang kemudian membentuk gelombang permukaan.
Saat angin terus bertiup di atas laut atau danau, gangguan tersebut berlangsung secara berulang sehingga menghasilkan puncak-puncak gelombang.
Karena proses ini dapat terjadi di berbagai perairan, gelombang permukaan dapat ditemukan di lautan terbuka maupun kawasan pantai.
Selain angin, cuaca buruk seperti badai juga dapat menghasilkan gelombang yang lebih berbahaya.
Angin kencang dan tekanan besar dari badai dapat membentuk gelombang pasang, yaitu rangkaian gelombang panjang yang terbentuk jauh dari pantai di perairan yang lebih dalam.
Gelombang tersebut kemudian dapat menjadi semakin kuat ketika bergerak mendekati daratan.
Gangguan di bawah laut juga dapat memindahkan sejumlah besar air dalam waktu singkat. Gempa bumi, tanah longsor, dan letusan gunung berapi dapat memicu tsunami.
Gelombang ini memiliki panjang yang sangat besar dan berbeda dari gelombang biasa yang tampak menghantam pantai.
Tsunami dapat bergerak ke daratan seperti kenaikan permukaan laut dalam skala besar sehingga mampu mencapai wilayah yang cukup jauh dari garis pantai.
Sementara itu, gaya gravitasi Matahari dan Bulan terhadap Bumi menyebabkan fenomena pasang surut. Fenomena ini berbeda dari tsunami karena penyebabnya tidak berkaitan dengan gangguan bawah laut.
Tsunami dapat terjadi dalam kondisi pasang surut apa pun, sehingga pasang surut dan tsunami tidak dapat dianggap sebagai jenis gelombang yang sama. (ARIF)
Baca juga: Kenapa Puncak Monas Memiliki Bentuk Seperti Api? Simak Penjelasannya