Konten dari Pengguna

Kenapa Pakaian Hitam Cepat Panas? Begini Penjelasan di Baliknya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa pakaian hitam cepat panas?. Foto:Unsplash/No Revisions
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa pakaian hitam cepat panas?. Foto:Unsplash/No Revisions

Kenapa pakaian hitam cepat panas? Pakaian berwarna hitam sering terasa lebih gerah ketika digunakan di bawah terik matahari. Kondisi ini cukup mudah dirasakan, terutama saat mengenakan kaus atau pakaian berwarna gelap pada siang hari.

Warna pakaian ternyata berkaitan dengan kemampuan kain dalam menyerap cahaya dari lingkungan. Namun, rasa panas yang muncul tidak hanya ditentukan oleh warna.

Jenis bahan, ketebalan kain, model pakaian, hingga sirkulasi udara juga dapat memengaruhi tingkat kenyamanan saat pakaian digunakan.

Kenapa Pakaian Hitam Cepat Panas Saat Dipakai?

Ilustrasi Kenapa pakaian hitam cepat panas?. Foto:Unsplash/Suni

Kenapa pakaian hitam cepat panas? dikutip dari laman www.fioboc.com, warna hitam cenderung menyerap lebih banyak cahaya dibandingkan warna terang.

Ketika terkena sinar matahari, energi cahaya yang diserap kain dapat berubah menjadi panas sehingga permukaan pakaian menjadi lebih hangat.

Karena itu, pakaian hitam dapat terasa lebih panas ketika dipakai di bawah sinar matahari langsung. Semakin kuat paparan matahari, semakin banyak energi yang diterima kain.

Panas tersebut kemudian dapat membuat tubuh terasa lebih gerah, terlebih jika pakaian yang digunakan memiliki bahan tebal atau kurang memberikan ruang bagi udara untuk bergerak.

Meski demikian, warna hitam bukan satu-satunya faktor yang menentukan rasa panas. Jenis kain memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan. Bahan yang ringan dan memiliki sirkulasi udara baik dapat membantu panas serta kelembapan lebih mudah keluar.

Sebaliknya, kain yang tebal dan kurang menyerap atau mengalirkan keringat dapat membuat panas lebih mudah terperangkap di sekitar tubuh.

Model pakaian juga ikut menentukan. Pakaian hitam yang longgar memungkinkan udara bergerak di antara kain dan kulit sehingga tubuh terasa lebih nyaman. Sementara itu, pakaian yang terlalu ketat dapat mengurangi sirkulasi udara dan membuat panas lebih sulit keluar.

Kondisi lingkungan turut memengaruhi. Pakaian hitam yang digunakan di bawah matahari langsung tentu berbeda dengan pakaian hitam yang dipakai di tempat teduh.

Keberadaan angin juga dapat membantu membawa panas dari permukaan tubuh dan pakaian sehingga rasa gerah bisa berkurang.

Dengan demikian, anggapan bahwa pakaian hitam selalu membuat tubuh lebih panas tidak sepenuhnya tepat.

Warna hitam memang lebih banyak menyerap cahaya, tetapi tingkat panas yang dirasakan juga dipengaruhi oleh bahan, ketebalan, model pakaian, sirkulasi udara, serta kondisi tempat saat pakaian digunakan.(Arif)

Baca juga: Bagaimana Pulau Bisa Terbentuk? Simak Prosesnya dari Awal