Kenapa Penguin Tidak Bisa Terbang? Cari Tahu Penjelasannya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa penguin tidak bisa terbang berkaitan dengan perubahan bentuk sayap dan tubuh yang berlangsung selama proses evolusi.
Penguin tetap termasuk kelompok burung dan memiliki sayap, tetapi bentuk tubuhnya memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan burung yang mengandalkan kemampuan terbang.
Hidup di lingkungan laut membuat kemampuan bergerak di dalam air memiliki peran penting bagi kelangsungan hidup penguin.
Kenapa Penguin Tidak Bisa Terbang Tinggi Layaknya Burung?
Kenapa penguin tidak bisa terbang? Jawabannya karena sayap penguin telah berevolusi menjadi bentuk seperti sirip yang lebih cocok untuk berenang dan menyelam di dalam air daripada menghasilkan daya angkat untuk terbang.
Dikutip dari oceanservice.noaa.gov, sayap penguin berkembang menjadi struktur menyerupai sirip yang berfungsi sebagai alat pendorong ketika tubuh bergerak di dalam air.
Sementara itu, sayap burung pada umumnya memiliki bentuk dan susunan yang mendukung terciptanya gaya angkat ketika mengepak di udara.
Penguin memiliki bentuk sayap yang lebih pendek, kaku, dan padat sehingga tidak dirancang untuk menghasilkan gaya angkat seperti sayap burung yang dapat terbang.
Struktur tersebut justru membantu penguin menggerakkan tubuh secara efisien saat berada di bawah permukaan air.
Kemampuan berenang menjadi salah satu keunggulan utama penguin. Ketika menyelam, sayap digunakan seperti dayung untuk menghasilkan dorongan.
Gerakan sayap yang terkontrol membantu penguin mengubah arah, mengejar makanan, serta bergerak melewati air dengan cepat. Beberapa jenis penguin dapat mencapai kecepatan sekitar 15 hingga 25 mil per jam saat berenang.
Perubahan tersebut merupakan hasil adaptasi dalam jangka waktu evolusi yang panjang. Nenek moyang penguin berasal dari burung yang mampu terbang, tetapi garis evolusinya kemudian semakin menyesuaikan diri dengan lingkungan laut.
Seiring perubahan itu, kemampuan terbang tidak lagi menjadi keunggulan utama sehingga bentuk tubuh berkembang untuk mendukung aktivitas di air.
Tubuh penguin juga memiliki karakteristik yang mendukung kehidupan akuatik. Bentuk tubuhnya relatif ramping dan aerodinamis ketika berada di dalam air.
Tulang penguin lebih padat dibandingkan burung yang terbang, sehingga membantu tubuh tetap stabil saat menyelam.
Kondisi tersebut menguntungkan untuk berenang, tetapi kurang mendukung penerbangan karena tubuh menjadi lebih berat dan membutuhkan energi besar untuk diangkat ke udara.
Penguin dapat menghabiskan sebagian besar waktunya di laut, sementara daratan digunakan untuk aktivitas seperti bertelur, beristirahat, dan merawat anak.
Seluruh spesies penguin hidup di Belahan Bumi Selatan, dengan habitat yang mencakup wilayah pesisir hingga kawasan perairan yang lebih dingin.
Ketidakmampuan terbang tidak berarti penguin kehilangan fungsi sayap. Justru, sayap menjadi bagian penting dari kemampuan hidupnya karena berperan dalam pergerakan di bawah air.
Perubahan fungsi tersebut menunjukkan bagaimana struktur tubuh suatu hewan dapat berkembang mengikuti kebutuhan lingkungan dan cara memperoleh makanan.
Dengan demikian, alasan kenapa penguin tidak dapat terbang adalah karena sayap dan tubuhnya telah terspesialisasi untuk berenang serta menyelam.
Kemampuan bergerak di dalam air menjadi fungsi utama yang menggantikan peran penerbangan dalam kehidupan penguin. (Suc)
Baca Juga: Kenapa Burung Berkumpul Sebelum Terbang? Ini Penjelasan yang Jarang Diketahui