Konten dari Pengguna

Kenapa Pesawat Bisa Tetap Terbang Meski Sangat Berat? Ini Faktanya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Pesawat Bisa Tetap Terbang Meski Sangat Berat, Foto:Unsplash/Ross Parmly
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Pesawat Bisa Tetap Terbang Meski Sangat Berat, Foto:Unsplash/Ross Parmly

Banyak muncul pertanyaan yang cukup menarik tentang kenapa pesawat bisa tetap terbang meski sangat berat.

Fenomena tersebut semakin mengundang rasa penasaran ketika melihat pesawat membawa banyak penumpang, bagasi, bahan bakar, hingga berbagai peralatan untuk menunjang penerbangan.

Jika dibandingkan dengan kendaraan yang bergerak di darat, pesawat seolah melakukan sesuatu yang sulit dibayangkan yaitu membawa beban dalam jumlah besar sekaligus bergerak di udara.

Kenapa Pesawat Bisa Tetap Terbang Meski Sangat Berat?

Ilustrasi Kenapa Pesawat Bisa Tetap Terbang Meski Sangat Berat, Foto:Unsplash/Curated Lifestyle

Kenapa pesawat bisa tetap terbang meski sangat berat dapat dijelaskan melalui kerja gaya angkat, daya dorong, desain pesawat, dan penerapan hukum fisika.

Meskipun berukuran besar dan membawa penumpang, bagasi, serta bahan bakar dalam jumlah banyak, pesawat dirancang agar beratnya dapat diimbangi oleh gaya yang bekerja selama penerbangan.

Kemampuan tersebut merupakan hasil penerapan prinsip aerodinamika dan rekayasa modern. Sayap pesawat memiliki bentuk khusus yang disebut airfoil, sehingga ketika pesawat bergerak, aliran udara di atas dan bawah sayap menghasilkan perbedaan tekanan.

Kondisi tersebut menciptakan gaya angkat yang membantu mengatasi berat pesawat dan gravitasi.

Dikutip dari laman rri.co.id, agar dapat menghasilkan gaya angkat yang cukup, pesawat harus bergerak dengan kecepatan tertentu. Mesin jet atau baling-baling menghasilkan daya dorong yang membuat pesawat melaju ke depan.

Pada mesin jet, udara ditarik masuk, dicampur dengan bahan bakar, kemudian dibakar untuk menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi. Gas tersebut keluar melalui mesin dan menghasilkan dorongan yang membuat pesawat bergerak maju.

Prinsip ini sesuai dengan hukum ketiga Newton, yaitu setiap aksi menghasilkan reaksi yang sama besar dan berlawanan arah.

Berat pesawat juga dapat ditekan melalui pemilihan material. Meskipun sering dianggap terbuat dari besi, sebagian besar pesawat modern menggunakan aluminium karena lebih ringan sekaligus kuat.

Beberapa pesawat juga memakai bahan komposit seperti serat karbon untuk mengurangi berat dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Selain itu, distribusi berat yang merata membantu menjaga keseimbangan pesawat selama penerbangan.

Untuk mempertahankan arah dan kestabilan, pesawat dilengkapi sirip ekor serta berbagai permukaan kendali, seperti aileron, rudder, dan elevator. Komponen tersebut membantu pilot mengatur arah, kemiringan, dan ketinggian pesawat.

Hukum gerak Newton turut menjelaskan proses penerbangan. Hukum pertama berkaitan dengan keadaan pesawat yang tetap diam sampai memperoleh dorongan dari mesin.

Hukum kedua menjelaskan hubungan antara gaya angkat, daya dorong, berat, dan hambatan udara. Sementara itu, hukum ketiga menjelaskan dorongan yang dihasilkan oleh gas panas dari mesin jet.

Pesawat pertama yang berhasil terbang adalah Wright Flyer pada 1903, yang dirancang oleh Wright bersaudara. Saat ini, pesawat komersial modern dapat mencapai kecepatan rata-rata sekitar 900 km/jam.

Pesawat juga dirancang dengan tingkat keamanan tinggi, termasuk kemampuan untuk tetap terbang menggunakan satu mesin apabila mesin lainnya mengalami kerusakan. (YOLAN)

Baca juga: Mengapa Harga Tiket Pesawat Berbeda Padahal Penerbangannya Sama? Simak di Sini