Kenapa Puncak Monas Memiliki Bentuk Seperti Api? Simak Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa puncak Monas memiliki bentuk seperti api tidak terlepas dari rancangan Monumen Nasional yang memiliki berbagai unsur simbolis.
Monas dikenal sebagai salah satu ikon Jakarta sekaligus bangunan yang berkaitan erat dengan sejarah perjuangan Indonesia. Selain bentuknya yang khas, setiap bagian dari monumen ini memiliki rancangan dan detail yang membuatnya berbeda dari bangunan lainnya.
Kenapa Puncak Monas Memiliki Bentuk Seperti Api yang Simbolis?
Kenapa puncak Monas memiliki bentuk seperti api dapat dilihat dari bagian lidah api yang berada di puncak tugu. Berdasarkan penjelasan artikel bapenda.jakarta.go.id, bentuk tersebut melambangkan semangat perjuangan rakyat Indonesia yang terus menyala dan tidak pernah padam.
Kobaran api menjadi gambaran semangat untuk mencapai kebebasan dan mempertahankan kemerdekaan. Lidah api tersebut menjadi bagian yang paling mudah dikenali dari Monas.
Bagian ini terbuat dari perunggu dan dilapisi lembaran emas dengan berat sekitar 35 kilogram. Lapisan emas membuat puncak Monas tampak berkilau sekaligus semakin menonjol dibandingkan bagian bangunan lainnya.
Gagasan pembangunan Monas dicetuskan oleh Presiden Soekarno pada 1954. Pembangunan monumen tersebut ditujukan sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Dalam proses perancangannya, Soekarno menunjuk dua arsitek Indonesia, yaitu Soedarsono dan F. Silaban.
Setelah melalui proses seleksi, rancangan Soedarsono dipilih pada 1961 dan kemudian ditetapkan sebagai desain resmi Monas.
Pembangunan dimulai pada 17 Agustus 1961, bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia. Pemancangan tiang pertama menjadi tanda dimulainya pembangunan monumen tersebut.
Monas memiliki tugu setinggi 132 meter yang berdiri di atas pelataran cawan. Rancangannya tidak dibuat hanya untuk menghasilkan bangunan yang tinggi dan mudah dikenali. Beberapa bagian Monas juga mengandung simbol yang berkaitan dengan kehidupan dan perjuangan bangsa.
Salah satu konsep yang digunakan adalah lingga dan yoni yang dimaknai sebagai simbol kesuburan dan kehidupan. Bentuk tersebut menjadi bagian dari rancangan Monas dan berpadu dengan tugu yang menjulang ke atas.
Selain bentuk bangunan, angka 17, 8, dan 45 juga menjadi bagian penting dalam desain Monas. Ketiga angka tersebut merujuk pada tanggal kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945.
Angka 17 diterapkan pada tinggi pelataran cawan yang mencapai 17 meter. Kemudian, ruang museum sejarah memiliki tinggi 8 meter. Sementara itu, pelataran cawan mempunyai ukuran 45 × 45 meter. Detail tersebut menunjukkan bahwa rancangan Monas dibuat dengan memasukkan unsur sejarah kemerdekaan ke dalam struktur bangunannya.
Lidah api di puncak tugu menjadi salah satu simbol utama Monas. Bentuk kobaran api menggambarkan semangat perjuangan rakyat Indonesia yang terus berkobar. Lapisan emas pada bagian tersebut juga membuat simbol api terlihat jelas dan menjadi ciri khas Monas.
Kenapa puncak Monas memiliki bentuk seperti api bukan sekadar persoalan desain. Bentuk tersebut merupakan bagian dari filosofi Monumen Nasional yang menggambarkan semangat perjuangan dan kemerdekaan Indonesia. (Rahma)
Baca juga: Kenapa Candi Borobudur Memiliki Banyak Stupa Kecil? Ini Jawabannya