Kenapa Rumah Adat Toraja Berbentuk Perahu? Cek Makna di Baliknya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa rumah adat Toraja berbentuk perahu dan apa yang membuat desain tersebut tetap dipertahankan hingga sekarang.
Rasa penasaran itu wajar muncul karena setiap rumah adat di Nusantara umumnya dibangun dengan ciri khas yang tidak hanya mempertimbangkan fungsi, tetapi juga dipengaruhi oleh perjalanan sejarah, lingkungan, serta nilai budaya yang berkembang di masyarakat.
Begitu pula dengan rumah adat Toraja yang dikenal memiliki arsitektur khas dan mudah dikenali dari kejauhan.
Kenapa Rumah Adat Toraja Berbentuk Perahu? Ini Penjelasannya
Kenapa rumah adat Toraja berbentuk perahu menjadi pertanyaan yang sering muncul ketika melihat bentuk Tongkonan yang begitu khas.
Untuk memahami alasannya, perlu mengenal terlebih dahulu Tongkonan sebagai rumah adat milik masyarakat etnis Toraja.
Berdasarkan informasi dari balaibahasasulsel.kemendikdasmen.go.id, rumah adat ini bukan sekadar bangunan tradisional, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam kehidupan masyarakat.
Nama Tongkonan berasal dari kata tongkon yang berarti "duduk". Setelah mendapat akhiran -an, kata tersebut bermakna sebagai tempat.
Konon, penamaan itu muncul karena Tongkonan sejak dahulu digunakan sebagai tempat masyarakat desa duduk bersama, berkumpul, dan bermusyawarah.
Fungsi tersebut menunjukkan bahwa Tongkonan memiliki peran yang lebih dari sekadar tempat tinggal. Rumah adat ini menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat untuk membahas berbagai kepentingan bersama.
Keberadaan Tongkonan memiliki kaitan yang erat dengan kehidupan sosial masyarakat etnis Toraja. Nama yang disematkan pada rumah adat ini pun menggambarkan fungsi utamanya sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah.
Selain dikenal melalui fungsinya, Tongkonan juga memiliki aturan khusus dalam pembangunannya. Rumah adat ini selalu didirikan dengan posisi menghadap ke arah utara.
Masyarakat Toraja meyakini bahwa Puang Matua atau Yang Mahakuasa berada di bagian utara dunia. Atas dasar keyakinan tersebut, arah hadap rumah menjadi bagian penting yang tidak dipisahkan dari proses pembangunannya.
Rumah yang menghadap ke utara dipercaya sebagai bentuk penghormatan kepada Puang Matua. Tidak hanya itu, masyarakat setempat juga meyakini bahwa rumah dengan orientasi tersebut akan senantiasa memperoleh berkah.
Karena alasan itulah, setiap Tongkonan dibangun mengikuti arah yang sama dan tradisi tersebut tetap dipertahankan hingga kini.
Dengan memahami asal-usul nama Tongkonan, fungsi utamanya sebagai tempat berkumpul, serta aturan arah pembangunannya, pembahasan mengenai kenapa rumah adat Toraja berbentuk perahu dapat dipahami secara lebih utuh melalui latar belakang rumah adat ini sebelum mengulas penjelasan pada bagian berikutnya. (DANI)
Baca juga: Mengapa Cerita Rakyat Penting untuk Pendidikan Karakter? Ini Penjelasannya