Konten dari Pengguna

Kenapa Suara Kita Berbeda Saat Direkam? Ini Penyebabnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Suara Kita Berbeda Saat Direkam, Foto:Unsplash/Volodymyr Hryshchenko
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Suara Kita Berbeda Saat Direkam, Foto:Unsplash/Volodymyr Hryshchenko

Kenapa suara kita berbeda saat direkam? Hal ini berkaitan dengan cara telinga menerima suara ketika seseorang berbicara dan bagaimana suara tersebut ditangkap oleh alat perekam.

Saat berbicara, suara tidak hanya terdengar melalui udara, tetapi juga diteruskan melalui bagian dalam tubuh sebelum sampai ke telinga.

Sementara itu, rekaman hanya menangkap gelombang suara yang merambat melalui udara di sekitar sumber suara.

Kenapa Suara Kita Berbeda Saat Direkam Alat Perekam?

Ilustrasi Kenapa Suara Kita Berbeda Saat Direkam, Foto:Unsplash/A. C.

Kenapa suara kita berbeda saat direkam menjadi hal yang menarik untuk dipahami karena suara yang terdengar dari rekaman sering kali terasa asing dibandingkan suara yang biasa terdengar ketika berbicara.

Perbedaan tersebut bukan sekadar perasaan, melainkan berkaitan dengan cara suara diterima oleh telinga dan diproses oleh otak.

Saat berbicara, suara yang terdengar tidak hanya berasal dari gelombang suara yang merambat melalui udara, tetapi juga dipengaruhi oleh getaran yang merambat melalui tulang.

Karena itu, suara yang terdengar secara langsung dapat memiliki karakter yang berbeda ketika didengarkan melalui rekaman.

Dikutip dari laman rri.co.id, saat berbicara, suara diterima melalui dua jalur utama, yaitu konduksi udara dan konduksi tulang.

Pada konduksi udara, gelombang suara merambat melalui udara, masuk ke telinga luar, kemudian diteruskan menuju telinga tengah dan telinga dalam hingga mencapai koklea.

Sementara itu, konduksi tulang terjadi ketika getaran dari pita suara dan struktur tengkorak dihantarkan melalui tulang secara langsung menuju koklea.

Konduksi tulang memperkuat frekuensi rendah sehingga suara yang didengar sendiri terdengar lebih dalam dan kaya. Sebaliknya, rekaman hanya menangkap suara yang dihantarkan melalui udara.

Akibatnya, suara dalam rekaman dapat terdengar lebih tinggi dan tipis dibandingkan suara yang biasa didengar saat berbicara.

Perbedaan tersebut juga dapat memengaruhi cara seseorang menilai suaranya sendiri. Studi dalam Journal of Voice menyebutkan bahwa individu cenderung menilai suara rekaman mereka sendiri secara lebih negatif dibandingkan penilaian orang lain.

Hal ini terjadi karena otak telah terbiasa dengan suara yang diproses melalui konduksi tulang, sehingga suara dari rekaman terasa lebih asing dan berbeda.

Meskipun demikian, mendengarkan rekaman suara secara berulang dapat membantu otak beradaptasi dengan perbedaan tersebut. Seiring waktu, suara yang sebelumnya terasa asing dapat menjadi lebih mudah diterima.

Dengan begitu, perbedaan antara suara yang terdengar saat berbicara dan suara dalam rekaman merupakan bagian dari mekanisme pendengaran yang normal dan memiliki penjelasan ilmiah. (KIKI)

Baca juga: Kenapa Mesin ATM Mengeluarkan Suara? Ini Penjelasan Teknisnya