Kenapa Tombol Keyboard Disusun QWERTY? Ini Fungsinya untuk Kerja Manusia
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tombol keyboard yang umum digunakan sehari-hari menggunakan pola QWERTY dan bukan diurutkan secara alfabetis. Pola ini tentu menimbulkan pertanyaan banyak orang yang kritis, kenapa tombol keyboard disusun QWERTY?
Susunan tersebut pada awalnya ternyata dirancang untuk mengurangi masalah mekanis pada mesin ketik. Sekitar 150 tahun lalu, masih banyak orang menulis dengan tangan menggunakan pena dan tinta.
Cara tersebut membutuhkan waktu lama dan merepotkan. Kemudian para penemu menciptakan mesin ketik, dengan tombol-tombol yang terhubung dengan tuas logam berhuruf yang memukul kertas untuk mencetak huruf.
Kenapa Tombol Keyboard Disusun QWERTY dan Tidak Diurut Secara Alfabetis?
Kenapa tombol keyboard disusun QWERTY? Jawabannya berakar dari mesin ketik pertama. Pada saat itu huruf disusun berdasarkan urutan alfabet.
Namun, saat dua tombol yang letaknya berdekatan ditekan dengan cepat, tuas-tuas logam dapat saling bertabrakan hingga mengalami kemacetan.
Berdasarkan kutipan dari www.latrobe.edu.au, Christopher Sholes mencoba berbagai susunan huruf untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kemacetan pada mesin ketik generasi pertama.
Salah satu susunan yang berhasil adalah susunan yang saat ini dikenal sebagai QWERTY, yaitu diambil dari enam huruf pertama pada baris paling atas keyboard.
Susunan QWERTY kemudian digunakan oleh Remington pada mesin ketik yang diproduksi secara komersial pada tahun 1870-an.
Karena banyak orang yang kemudian dilatih mengetik menggunakan QWERTY, susunan ini menjadi semakin umum.
Saat komputer pertama muncul dan masalah tuas mesin ketik sudah tidak ada lagi, masyarakat tetap memilih menggunakan QWERTY karena telah terbiasa dan sudah memiliki keterampilan mengetik dengan susunan ini.
Beberapa fungsi tombol keyboard QWERTY yang dikenal saat ini dalam membantu pekerjaan manusia diantaranya memudahkan proses mengetik surat, dokumen, laporan, dan berbagai pekerjaan administrasi.
Keyboard QWERTY juga mendukung teknik touch typing, yaitu teknik mengetik tanpa harus terus-menerus melihat tombol.
Tombol F dan J memiliki tonjolan kecil sebagai penanda posisi jari. Jadi, jari dapat ditempatkan pada posisi dasar atau home keys: ASDF untuk tangan kiri, dan JKL untuk tangan kanan. Dari posisi ini, jari manusia digerakkan untuk mencapai tombol lainnya.
Kemampuan mengetik tanpa melihat keyboard membuat perhatian lebih banyak fokus kepada isi yang sedang ditulis. Sehingga kemampuan ini dapat membuat pekerjaan mengetik menjadi efisien, khususnya bagi pelajar, pekerja kantor, dan penulis.
Kenapa tombol keyboard disusun QWERTY? Karena pengguna di seluruh dunia telah memiliki keterampilan dan kebiasaan yang kuat terhadap susunan tersebut. Terutama sebagai antarmuka yang memungkinkan manusia memasukkan teks dan perintah ke komputer. (Win)
Baca juga: Kenapa Tanda Pagar Disebut Hashtag? Ini Cerita di Baliknya