Konten dari Pengguna

Kerajaan Islam Pertama adalah Apa? Simak Perjalanan Sejarahnya di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kerajaan Islam Pertama adalah Apa, Foto:Unsplash/Levi Meir Clancy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kerajaan Islam Pertama adalah Apa, Foto:Unsplash/Levi Meir Clancy

Kerajaan Islam pertama adalah Samudera Pasai. Telusuri jejak panjang sejarah peradaban Islam yang begitu kaya dan penuh makna.

Namun, sebelum melangkah lebih jauh untuk menemukan jawabannya, penting bagi kita untuk memahami bahwa sejarah tidak hanya berbicara tentang nama, tempat, atau waktu semata.

Lebih dari itu, sejarah adalah tentang perjalanan manusia, tentang bagaimana nilai, keyakinan, dan budaya tumbuh serta saling memengaruhi dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kerajaan Islam Pertama adalah Samudera Pasai

Ilustrasi Kerajaan Islam Pertama adalah Apa, Foto:Unsplash/Abdullah Faraz

Dikutip dari laman daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id, mengungkapkan bahwa kerajaan Islam pertama adalah Kerajaan Samudera Pasai, yang memiliki peran penting dalam perkembangan agama Islam dan perdagangan di Nusantara.

Keberadaannya menjadi penanda awal masuknya Islam ke dalam sistem pemerintahan, sehingga materi tentang kerajaan ini sering dipelajari di tingkat SMP dan SMA serta kerap muncul dalam berbagai bentuk ujian.

Pemahaman mengenai Kerajaan Samudera Pasai tidak cukup hanya dengan mengingat nama raja atau tahun berdiri, melainkan juga mencakup latar belakang berdirinya, letak geografis, sistem pemerintahan, kehidupan ekonomi, hingga peninggalan sejarahnya.

Dengan memahami aspek-aspek tersebut, gambaran tentang kerajaan ini menjadi lebih utuh dan tidak terlepas dari konteks sejarahnya.

Secara geografis, Kerajaan Samudera Pasai terletak di pesisir utara Sumatra, tepatnya di wilayah Aceh. Letaknya yang strategis di jalur perdagangan internasional membuat kerajaan ini berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam.

Pelabuhannya menjadi tempat singgah para pedagang dari Arab, Persia, India, dan Cina, sehingga interaksi yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga penyebaran ajaran Islam.

Latar belakang berdirinya kerajaan ini berkaitan erat dengan aktivitas perdagangan dan dakwah yang dilakukan para pedagang Muslim.

Dari proses tersebut, terbentuklah kerajaan Islam yang kemudian dikenal sebagai Samudera Pasai. Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik as-Saleh pada abad ke-13, yang sebelumnya dikenal dengan nama Meurah Silu.

Setelah wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh Sultan Muhammad Malik az-Zahir yang membawa kerajaan mengalami perkembangan pesat, terutama dalam bidang perdagangan dan hubungan internasional.

Dalam bidang politik, sistem pemerintahan berbentuk kerajaan dengan sultan sebagai pemimpin tertinggi yang memiliki kekuasaan dalam pemerintahan, hukum, dan agama.

Penerapan hukum Islam mulai terlihat dalam kehidupan masyarakat, baik dalam lingkup pemerintahan maupun kehidupan sehari-hari, sehingga menunjukkan pengaruh Islam yang semakin kuat.

Kehidupan ekonomi kerajaan ini bertumpu pada perdagangan dengan komoditas utama seperti lada, emas, dan sutra.

Selain itu, Kerajaan Samudera Pasai telah menggunakan mata uang sendiri berupa koin emas yang disebut dirham, yang menandakan sistem ekonomi yang terorganisasi.

Peninggalan sejarah seperti makam Sultan Malik as-Saleh dan koin emas bertuliskan kalimat tauhid menjadi bukti penting keberadaan dan perkembangan kerajaan ini.(DANI)

Baca juga: Trade adalah Apa? Simak Penjelasannya di Sini