Konten dari Pengguna

Keunikan Rawon yang Perlu Diketahui Banyak Orang

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Keunikan Rawon . Foto: Unsplash/Aldrin Rachman Pradana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Keunikan Rawon . Foto: Unsplash/Aldrin Rachman Pradana

Keunikan rawon menarik untuk dibahas, bahkan oleh mereka yang belum pernah mencicipinya secara langsung. Di tengah beragam kuliner Nusantara yang kaya akan cita rasa dan sejarah, rawon memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya tetap dikenal dari generasi ke generasi.

Tidak sedikit orang yang penasaran dengan apa yang membuat semangkuk rawon begitu berbeda dibandingkan hidangan berkuah lainnya.

Keunikan Rawon yang Membuatnya Berbeda dari Kuliner Nusantara Lainnya

Ilustrasi Keunikan Rawon . Foto: Unsplash/You Le

Sejarah rawon telah menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi. Konon, hidangan ini sudah dikenal sejak masa Kerajaan Majapahit.

Hal tersebut diperkuat oleh keberadaan Prasasti Taji yang berasal dari tahun 901 M di Ponorogo, Jawa Timur.

Dalam prasasti tersebut, rawon disebut dengan nama "Rarawwan".

Bukti sejarah ini membuat banyak orang meyakini bahwa rawon berasal dari Ponorogo sebelum kemudian menyebar ke berbagai daerah di Jawa Timur dan menjadi salah satu makanan tradisional yang dikenal luas hingga sekarang.

Dikutip dari laman kemenpar.go.id, berdasarkan catatan dalam Serat Wulangan Olah-olah Warna-warni yang diterbitkan pada tahun 1926, rawon pernah menjadi sajian yang disuguhkan bagi kalangan raja.

Pada masa itu, bahan utama yang digunakan adalah daging kerbau. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan daging sapi menjadi pilihan yang lebih umum karena lebih mudah diperoleh.

Meskipun terjadi perubahan pada bahan utama, cara memasak rawon tetap mempertahankan ciri khasnya, yaitu menggunakan proses memasak secara perlahan dengan perpaduan berbagai rempah pilihan.

Teknik tersebut membuat daging menjadi sangat empuk sekaligus memungkinkan cita rasa bumbu meresap hingga ke dalam setiap potongannya.

Keunikan rawon juga tidak dapat dipisahkan dari penggunaan keluak sebagai bahan utama pembentuk cita rasa dan warna kuahnya.

Biji keluak menghasilkan warna hitam pekat yang menjadi identitas khas hidangan ini. Tanpa penggunaan keluak, rawon tidak akan memiliki karakter yang membedakannya dari hidangan sup lainnya.

Warna kuah yang begitu khas bahkan membuat banyak wisatawan mancanegara mengenalnya dengan sebutan black soup.

Meski demikian, keluak harus melalui proses pengolahan yang benar karena dalam kondisi mentah bahan tersebut mengandung racun sehingga tidak dapat langsung dikonsumsi.

Satu porsi rawon umumnya disajikan dengan potongan daging sapi yang lembut, tauge segar, taburan bawang goreng, kerupuk udang, telur asin, serta kuah hitam yang kaya akan rempah-rempah.

Perpaduan setiap pelengkap tersebut menciptakan keseimbangan rasa yang khas. Kuah yang gurih dan kaya bumbu berpadu dengan kelembutan daging, sementara tauge memberikan sensasi segar.

Di sisi lain, telur asin dan kerupuk udang melengkapi cita rasa sehingga setiap suapan menghadirkan kenikmatan yang menjadi ciri khas rawon dari Jawa Timur. (KIKI)

Baca juga: Keunikan Bubur Pedas, Hidangan Tradisional dengan Cita Rasa Unik