Keyakinan Bahwa Allah Memiliki Nama-nama Indah Sebagai Kewajiban Muslim
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meyakini bahwa Allah memiliki nama-nama indah yang disebut dengan Asmaul Husna adalah kewajiban dalam diri setiap umat Islam. Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw secara langsung.
Dalam suatu riwayat, Rasulullah saw pernah menyebut bahwa Allah Swt memiliki nama indah atau Asmaul Husna yang jumlahnya ada 99. Sabda Nabi saw tersebut terekam dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim.
Asmaul Husna: Allah Memiliki Nama-nama Indah Sebagai Kewajiban Muslim
Meyakini bahwa Allah memiliki nama-nama indah yang disebut dengan Asmaul Husna harus ada di dalam hati setiap Muslim. Bahkan, dalam kitab suci Al-Quran Allah Swt berfirman bahwa Asmaul Husna memiliki banyak sekali keistimewaan, salah satunya yaitu sebagai doa.
Firman Allah dalam surat Al-A'raf ayat 180 disebutkan:
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا، وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ، سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Artinya, “Allah memiliki Asmaul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna (nama-nama terbaik) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan” (QS Al-Araf: 180).
Daftar Asmaul Husna dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya
Agar lebih jelas dalam menghafal dan menghayati setiap Asmaul Husna Allah Swt, simak daftar lengkapnya di bawah ini:
Ar-Rahmânu (الرَّحْمـٰنُ) Yang Maha Pengasih
Ar-Raḫîmu (الرَّحِيْمُ) Yang Maha Penyayang
Al-Maliku (الْمَلِكُ) Yang Maha Merajai/Memerintah
Al-Quddûsu (الْقُدُّوْسُ) Yang Mahasuci
As-Salâmu (السَّلاَمُ) Yang Maha Memberi Kesejahteraan
Al-Mu’minu (الْمُؤْمِنُ) Yang Maha Memberi Keamanan
Al-Muhaiminu (الْمُهَيْمِنُ) Yang Maha Pemelihara
Al-‘Azizu (الْعَزِيْزُ) Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
Al-Jabbâru (الْجَبَّارُ) Yang Maha Perkasa
Al-Mutakabbiru (الْمُتَكَبِّرُ) Yang Maha Megah
Al-Khâliqu (الْخَالِقُ) Yang Maha Pencipta
Al-Bâri’u (الْبَارِئُ) Yang Maha Melepaskan
Al-Mushawwiru (الْمُصَوِّرُ) Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)
Al-Ghaffaru (الْغَفَّارُ) Yang Maha Pengampun
Al-Qahhâru (الْقَهَّارُ) Yang Maha Memaksa
Al-Wahhâbu (الْوَهَّابُ) Yang Maha Pemberi Karunia
Ar-Razzâqu (الرَّزَّاقُ) Yang Maha Pemberi Rezeki
Al-Fattâhu (الْفَتَّاحُ) Yang Maha Pembuka Rahmat
Al-‘Alîmu (الْعَلِيْمُ) Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
Al-Qâbidlu (الْقَابِضُ) Yang Maha Menyempitkan (makhluk-Nya)
Al-Bâsithu (الْبَاسِطُ) Yang Maha Melapangkan (makhluk-Nya)
Al-Khâfidlu (الْخَافِضُ) Yang Maha Merendahkan (makhluk-Nya)
Ar-Râfi‘u (الرَّافِعُ) Yang Maha Meninggikan (makhluk-Nya)
Al-Mu‘izzu (الْمُعِزُّ) Yang Maha Memuliakan (makhluk-Nya)
Al-Mudzillu (الْمُذِلُّ) Yang Maha Menghinakan (makhluk-Nya)
As-Samî‘u (السَّمِيْعُ) Yang Maha Mendengar
Al-Bashîru (الْبَصِيْرُ) Yang Maha Melihat
Al-Ḫakamu (الْحَكَمُ) Yang Maha Menetapkan
Al-‘Adlu (الْعَدْلُ) Yang Mahaadil
Al-Lathîfu (اللَّطِيْفُ) Yang Mahalembut
Al-Khabîru (الْخَبِيْرُ) Yang Maha Mengetahui Rahasia
Al-Ḫalîmu (الْحَلِيْمُ) Yang Maha Penyantun
Al-‘Adhîmu (الْعَظِيْمُ) Yang Mahaagung
Al-Ghafûru (الْغَفُوْرُ) Yang Maha Pengampun
Asy-Syakûru (الشَّكُوْرُ) Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
Al-‘Aliyyu (الْعَلِيُّ) Yang Maha Tinggi
Al-Kabîru (الْكَبِيْرُ) Yang Maha Besar
Al-Ḫafîdhu (الْحَفِيْظُ) Yang Maha Menjaga
Al-Muqîtu (الْمُقِيْتُ) Yang Maha Pemberi Kecukupan
Al-Ḫasîbu (الْحَسِيْبُ) Yang Maha Membuat Perhitungan
Al-Jalîlu (الْجَلِيْلُ) Yang Mahamulia
Al-Karîmu (الْكَرِيْمُ) Yang Maha Pemurah
Ar-Raqîbu (الرَّقِيْبُ) Yang Maha Mengawasi
Al-Mujîbu (الْمُجِيْبُ) Yang Maha Mengabulkan
Al-Wâsi‘u (الْوَاسِعُ) Yang Maha Luas
Al-Ḫakîmu (الْحَكِيْمُ) Yang Maha Bijaksana
Al-Wadûdu (الْوَدُوْدُ) Yang Maha Pencinta
Al-Majîdu (الْمَجِيْدُ) Yang Maha Mulia
Al-Bâ‘itsu (الْبَاعِثُ) Yang Maha Membangkitkan
Asy-Syahîdu (الشَّهِيْدُ) Yang Maha Menyaksikan
Al-Ḫaqqu (الْحَقُّ) Yang Mahabenar
Al-Wakîlu (الْوَكِيْلُ) Yang Maha Memelihara
Al-Qawiyyu (الْقَوِيُّ) Yang Mahakuat
Al-Matînu (الْمَتِيْنُ) Yang Mahakokoh
Al-Waliyyu (الْوَلِيُّ) Yang Maha Melindungi
Al-Ḫamîdu (الْحَمِيْدُ) Yang Maha Terpuji
Al-Muḫshî (الْمُحْصِيْ) Yang Maha Mengalkulasi
Al-Mubdi’u (الْمُبْدِئُ) Yang Maha Memulai
Al-Mu‘idu (الْمُعِيْدُ) Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
Al-Muḫyi (الْمُحْيِي) Yang Maha Menghidupkan
Al-Mumîtu (الْمُمِيْتُ) Yang Maha Mematikan
Al-Ḫayyu (الْحَيُّ) Yang Mahahidup
Al-Qayyûmu (الْقَيُّوْمُ) Yang Mahamandiri
Al-Wâjidu (الْوَاجِدُ) Yang Maha Penemu
Al-Mâjidu (الْمَاجِدُ) Yang Mahamulia
Al-Wâḫidu (الْوَاحِدُ) Yang Maha Tunggal
Al-Aḫadu (الْأَحَدُ) Yang Maha Esa
Ash-Shamadu (الصَّمَدُ) Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
Al-Qâdiru (الْقَادِرُ) Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
Al-Muqtadiru (الْمُقْتَدِرُ) Yang Maha Berkuasa
Al-Muqaddimu (الْمُقَدِّمُ) Yang Maha Mendahulukan
Al-Muakhiru (الْمُؤَخِّرُ) Yang Maha Mengakhirkan
Al-Awwalu (الْأَوَّلُ) Yang Mahaawal
Al-Âkhiru (الْآخِرُ) Yang Mahaakhir
Adh-Dhâhiru (الظَّاهِرُ) Yang Mahanyata
Al-Bâthinu (الْبَاطِنُ) Yang Maha Ghaib
Al-Wâlî (الْوَالِي) Yang Maha Memerintah
Al-Muta‘âli (الْمُتَعَالِي) Yang Maha Tinggi
Al-Barru (الْبَرُّ) Yang Maha Penderma
At-Tawwabu (التَّوَّابُ) Yang Maha Penerima Tobat
Al-Muntaqimu (الْمُنْتَقِمُ) Yang Maha Penuntut Balas
Al-‘Afuwwu (الْعَفُوُّ) Yang Maha Pemaaf
Ar-Ra’ûfu (الرَّؤُوْفُ) Yang Maha Pengasih
Mâlikul-Mulki (مَالِكُ الْمُلْكِ) Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
Dzul-Jalâli wal-Ikram (ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ) Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
Al-Muqsithu (الْمُقْسِطُ) Yang Mahaadil
Al-Jâmi‘u (الْجَامِعُ) Yang Maha Mengumpulkan
Al-Ghaniyyu (الْغَنِيُّ) Yang Maha Berkecukupan
Al-Mughnî (الْمُغْنِيْ) Yang Maha Memberi Kekayaan
Al-Mâni‘u (الْمَانِعُ) Yang Maha Mencegah
Adl-Dlâru (الضَّارُّ) Yang Maha Memberi Derita
An-Nâfi‘u (النَّافِعُ) Yang Maha Memberi Manfaat
An-Nûru (النُّوْرُ) Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
Al-Hâdî (الْهَادِيْ) Yang Maha Pemberi Petunjuk
Al-Badî‘u (الْبَدِيْعُ) Yang Maha Pencipta
Al-Bâqî (الْبَاقِيْ) Yang Mahakekal
Al-Wâritsu (الْوَارِثُ) Yang Maha Pewaris
Ar-Rasyîdu (الرَّشِيْدُ) Yang Maha Pandai
Ash-Shabûru (الصَّبُوْرُ) Yang Maha Sabar
Keyakinan bahwa allah memiliki nama-nama indah atau Asmaul Husna harus diyakini setiap Muslim yang beriman. Asmaul Husna juga bisa menjadi wasilah perantara doa-doa agar dikabulkan oleh Allah yang maha penyayang kepada setiap hambanya. (Win)
Baca juga: Contoh Perilaku yang Mencerminkan Keteladanan Sifat Al Bashir untuk Diterapkan