Konten dari Pengguna

Kisah Ciung Wanara Lengkap dari Awal hingga Akhir

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kisah Ciung Wanara. Foto: Unsplash/Markus Spiske
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisah Ciung Wanara. Foto: Unsplash/Markus Spiske

Kisah Ciung Wanara menjadi salah satu cerita rakyat yang paling dikenal di Tanah Sunda dan masih terus diceritakan hingga sekarang. Legenda ini mengangkat perjalanan seorang anak yang sejak lahir harus menghadapi fitnah, kehilangan keluarga, hingga berjuang menemukan asal-usulnya.

Di balik alur ceritanya yang penuh konflik, tersimpan berbagai pesan tentang kejujuran, keberanian, kesabaran, dan arti sebuah keadilan.

Tidak heran apabila kisah Ciung Wanara tetap dikenalkan kepada berbagai generasi, baik melalui cerita lisan maupun buku, karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya masih relevan dan dapat menjadi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah Ciung Wanara, Cerita Rakyat Tanah Sunda

Ilustrasi Kisah Ciung Wanara. Foto: Unsplash/Robert Katzki

Mengutip dari laman disdik.purwakartakab.go.id, kisah Ciung Wanara bermula ketika Kerajaan Galuh dipimpin oleh Prabu Permana Di Kusumah. Sebelum menjalani pertapaan, sang raja menyerahkan tanggung jawab pemerintahan kepada Aria Kebonan.

Kepercayaan tersebut ternyata disalahgunakan hingga Aria Kebonan mengambil alih kekuasaan dan menggunakan gelar Prabu Barma Wijaya. Pada masa yang sama, Dewi Naganingrum dan Dewi Pangreyep tengah mengandung calon pewaris kerajaan.

Karena khawatir kehilangan kedudukan, Aria Kebonan bekerja sama dengan Dewi Pangreyep untuk menyingkirkan bayi yang dilahirkan Dewi Naganingrum.

Bayi laki-laki tersebut ditukar dengan seekor anak anjing, sedangkan bayi yang sebenarnya dimasukkan ke dalam keranjang dan dihanyutkan ke Sungai Citanduy. Akibat fitnah itu, Dewi Naganingrum diasingkan ke hutan karena dianggap melahirkan seekor anjing.

Beruntung, bayi tersebut ditemukan oleh sepasang suami istri di Desa Geger Sunten yang kemudian merawatnya hingga tumbuh menjadi pemuda yang cerdas, berani, dan berbudi baik dengan nama Ciung Wanara. Setelah dewasa, rasa ingin tahu mengenai asal-usul dirinya mendorong Ciung Wanara pergi ke Kerajaan Galuh.

Dalam perjalanan, ia memperoleh bantuan dari Nagawiru yang memberinya seekor ayam jantan sakti. Sesampainya di kerajaan, Ciung Wanara mengikuti pertandingan sabung ayam melawan ayam milik Prabu Barma Wijaya dengan taruhan setengah wilayah Kerajaan Galuh.

Kemenangan yang diraihnya membuka jalan bagi terungkapnya berbagai rahasia masa lalu. Uwa Batara Lengser kemudian menjelaskan bahwa Ciung Wanara adalah putra kandung Prabu Permana Di Kusumah dan Dewi Naganingrum.

Setelah sang raja kembali dari pertapaan, seluruh pengkhianatan Aria Kebonan terbongkar. Perselisihan pun berakhir, Ciung Wanara diangkat sebagai pemimpin Kerajaan Galuh, sedangkan Hariang Banga memilih membangun kerajaan di wilayah timur.

Kisah Ciung Wanara, cerita rakyat Tanah Sunda yang populer hingga sekarang, menjadi warisan budaya, yang bisa diperkenalkan kepada anak-anak sebagai dongeng pengantar tidur.(ARif)

Baca juga: Latar Belakang Perang Diponegoro: Akar Konflik Terbesar di Tanah Jawa