Kisah Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah Panji Asmoro Bangun menghadirkan perjalanan seorang pangeran yang tidak pernah berhenti memperjuangkan cinta dan janjinya kepada Dewi Sekartaji.
Di balik setiap langkah yang ditempuh, tersimpan berbagai ujian yang mengharuskannya berpisah dengan sang putri serta mengembara ke banyak tempat demi menemukan kembali orang yang dicintainya.
Pertemuan yang berkali-kali tertunda justru membuat kisah keduanya semakin dikenang. Tidak mengherankan apabila cerita Panji terus hidup di tengah masyarakat dan menjadi salah satu kisah yang paling terkenal dari Jawa Timur hingga dikenal di berbagai wilayah Asia Tenggara.
Kisah Panji Asmoro Bangun tentang Kesetiaan
Kisah Panji Asmoro Bangun menceritakan perjalanan Raden Inu Kertapati, putra mahkota Kerajaan Jenggala yang lebih dikenal sebagai Panji Asmoro Bangun, dengan Dewi Sekartaji atau Galuh Candrakirana, putri dari Kerajaan Kediri.
Dikutip dari laman kwriu.kemendikdasmen.go.id, kedua bangsawan tersebut telah dijodohkan sebagai lambang persatuan dan hubungan baik antara dua kerajaan.
Akan tetapi, sebelum pernikahan mereka terlaksana, Dewi Sekartaji menghilang dari istana sehingga rencana besar itu pun tertunda. Kepergian sang putri membuat Panji Asmoro Bangun diliputi kesedihan, tetapi ia tidak menyerah.
Demi menemukan perempuan yang dicintainya, Panji memutuskan meninggalkan kehidupan istana dan melakukan pengembaraan ke berbagai daerah.
Selama perjalanan, Panji menyamar sebagai rakyat biasa agar lebih mudah mencari jejak Dewi Sekartaji tanpa menarik perhatian. Sementara itu, Dewi Sekartaji juga hidup dengan menyembunyikan identitasnya sehingga tidak mudah dikenali oleh orang-orang yang mencarinya.
Keadaan tersebut membuat keduanya beberapa kali berada di tempat yang sama, bahkan hampir bertemu, tetapi selalu dipisahkan oleh keadaan yang tidak terduga. Dalam pengembaraan itu, Panji Asmoro Bangun menghadapi berbagai rintangan yang menguji keberanian, kesabaran, serta keteguhan hatinya.
Dewi Sekartaji pun harus menjalani kehidupan yang penuh tantangan sembari mempertahankan harapan untuk dapat bertemu kembali dengan Panji.
Berbagai versi cerita Panji kemudian berkembang di tengah masyarakat dengan tambahan tokoh maupun peristiwa yang berbeda-beda, tetapi inti ceritanya tetap menonjolkan kesetiaan, cinta, pengorbanan, kebijaksanaan, dan semangat pantang menyerah.
Setelah melewati perjalanan panjang yang penuh cobaan, Panji Asmoro Bangun akhirnya berhasil menemukan Dewi Sekartaji. Pertemuan kembali kedua tokoh tersebut menjadi akhir yang membahagiakan sekaligus menegaskan bahwa kesetiaan mampu mengalahkan segala rintangan. (Yolan)
Baca juga: Kisah Ki Ageng Mangir era Kerajaan Mataram