Kisah Perjalanan Isra Mi'raj yang Menjadi Penghibur di Tahun Kesedihan Nabi
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peristiwa Isra Mi’raj adalah salah satu bentuk mukjizat terbesar yang dialami oleh Nabi Muhammad saw atas kehendak Allah Swt. Kisah perjalanan Isra Mi'raj dalam sejarah Islam dikenal sebagai perjalanan spiritual yang dilakukan oleh Nabi dalam menerima perintah shalat.
Dikutip dari kitab klasik karya Ibnu Katsir dan buku Sirah Nabawiyah, Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, dijelaskan bahwa peristiwa Isra' Mi'raj terjadi pada masa yang dikenal sebagai Tahun Kesedihan (عام الحزن).
Tahun ini adalah masa yang sangat berat bagi Rasulullah saw karena wafatnya dua sosok penting dalam hidup beliau, yaitu sang istri tercinta Khadijah binti Khuwailid dan pamannya Abu Thalib.
Kisah Perjalanan Isra Mi'raj Lengkap
Kisah perjalanan Isra Mi'raj terjadi pada tahun Nabi Muhammad kehilangan dua pendukung utama dakwahnya. Hal tersebut jelas membuat tekanan terhadap Nabi semakin besar. Penolakan dan intimidasi dari kaum Quraisy di Makkah juga semakin meningkat.
Dalam kondisi yang penuh kesedihan inilah Allah Swt memberikan penghiburan melalui perjalanan luar biasa yang disebut Isra Mi’raj.
Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad saw pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa yang berada di Yerusalem. Peristiwa tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 1. Perjalanan ini dipahami sebagai bentuk penguatan spiritual bagi Nabi Muhammad saw sekaligus bukti kekuasaan Allah.
Setelah sampai di Masjidil Aqsa, Nabi kemudian melanjutkan perjalanan Mi’raj, yaitu naik ke langit hingga Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah saw bertemu dengan para nabi terdahulu seperti Nabi Adam, Nabi Musa, dan Nabi Isa.
Di sinilah Allah Swt mewajibkan salat lima waktu kepada umat Islam, yang menjadi ibadah wajib hingga hari ini. Isra Mi’raj adalah sebuah perjalanan fisik sekaligus perjalanan spiritual yang sarat dengan makna.
Peristiwa ini adalah bukti bahwa di tengah kesedihan dan ujian berat, pertolongan Allah akan selalu hadir. Tahun Kesedihan justru menjadi momentum penguatan iman dan keteguhan hati Nabi Muhammad saw dalam melanjutkan dakwahnya.
Hikmah dari Isra Miraj sangat relevan bagi kehidupan umat Islam saat ini. Saat menghadapi cobaan, umat Islam diajarkan untuk tetap bersabar dan memperkuat hubungan dengan Allah melalui salat.
Kisah perjalanan Isra Mi’raj yang menjadi penghibur di Tahun Kesedihan Nabi Muhammad saw mengajarkan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, dan setiap ujian menyimpan rencana indah dari Allah Swt. (Win)
Baca juga: Manfaat Sholat Tahajud untuk Ketenangan Hati dan Pikiran