Konten dari Pengguna

Kitab Taurat Diturunkan Kepada Nabi Musa untuk Pedoman Manusia

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kitab taurat diturunkan kepada nabi, foto: Madrosah Sunnah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kitab taurat diturunkan kepada nabi, foto: Madrosah Sunnah

Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s. oleh Allah Swt, sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi kaum Bani Israil. Hal ini direkam di dalam kitab suci Al-Qur'an sebagai penyempurna kitab terdahulu.

Bagi seorang Muslim, mengimani kitab Taurat sebagai salah satu kitab Allah adalah kewajiban. Kitab terdahulu yang diturunkan kepada para nabi sebelum Nabi Muhammad saw mengajarkan tentang Mengesakan Allah.

Kitab Taurat Diturunkan Kepada Nabi Musa tentang Keesaan Tuhan

Ilustrasi kitab taurat diturunkan kepada nabi. Unsplash.com/Aoun Abbas

Peristiwa kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s. sebagai pedoman terekam dalam kitab Al-Qur'an. Berdasarkan Surah Al-A‘rāf ayat 142–145, Nabi Musa menerima wahyu Allah setelah bermunajat selama empat puluh malam di tempat yang telah ditentukan.

Dalam peristiwa tersebut, Allah berbicara langsung kepada Nabi Musa a.s. dan memilihnya sebagai rasul yang membawa risalah-Nya. Berikut ini ayat Al-Quran yang merekam peristiwa ini:

Allah Swt. berfirman:

۞ وَوٰعَدْنَا مُوْسٰى ثَلٰثِيْنَ لَيْلَةً وَّاَتْمَمْنٰهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيْقَاتُ رَبِّهٖٓ اَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً ۚوَقَالَ مُوْسٰى لِاَخِيْهِ هٰرُوْنَ اخْلُفْنِيْ فِيْ قَوْمِيْ وَاَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيْلَ الْمُفْسِدِيْنَ

Artinya: “Kami telah menjanjikan Musa (untuk memberikan kitab Taurat setelah bermunajat selama) tiga puluh malam. Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi). Maka, lengkaplah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Musa berkata kepada saudaranya, (yaitu) Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al-A‘rāf:142)

Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: “Ketika Musa datang untuk (bermunajat) pada waktu yang telah Kami tentukan (selama empat puluh hari) dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, dia berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” Dia berfirman, “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu. Jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala), niscaya engkau dapat melihat-Ku.” Maka, ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) pada gunung itu,281) gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Maha Suci Engkau. Aku bertobat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.” (QS Al-A‘rāf:143)

Allah Swt berfirman dalam surah yang sama:

قَالَ يٰمُوْسٰٓى اِنِّى اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسٰلٰتِيْ وَبِكَلَامِيْ ۖفَخُذْ مَآ اٰتَيْتُكَ وَكُنْ مِّنَ الشّٰكِرِيْنَ

Artinya: “Dia berfirman, “Wahai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia (yang lain) untuk membawa risalah dan berbicara (langsung) dengan-Ku. Maka, berpegang teguhlah pada apa yang Aku berikan kepadamu dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” (QS Al-A‘rāf:144)

Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala melanjutkan firman-Nya:

وَكَتَبْنَا لَهٗ فِى الْاَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَّوْعِظَةً وَّتَفْصِيْلًا لِّكُلِّ شَيْءٍۚ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَّأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوْا بِاَحْسَنِهَا ۗسَاُورِيْكُمْ دَارَ الْفٰسِقِيْنَ

Artinya: “Kami telah menuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal. Lalu (Kami berfirman kepadanya,) “Berpegang teguhlah padanya dengan sungguh-sungguh dan suruhlah kaummu berpegang padanya dengan sebaik-baiknya. Aku akan memperlihatkan kepadamu (kehancuran) negeri orang-orang fasik.” (Al-A‘rāf:145)

Dalam Surah Al-A‘rāf ayat 145, dijelaskan bahwa Allah telah menuliskan berbagai pelajaran dan penjelasan mengenai beragam perkara pada lauh-lauh (lembaran Taurat).

Kitab Taurat isinya adalah ajaran yang menjadi pedoman bagi kaum Bani Israil dalam menjalani kehidupan, membedakan perbuatan yang benar dan salah, dan menaati semua perintah Allah.

Nabi Musa diperintahkan untuk berpegang teguh pada ajaran tersebut dan mengajak kaumnya melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

Kitab taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s untuk pedoman hidup umat manusia. Kitab ini mengajarkan nilai-nilai kebaikan, ketaatan, keadilan, dan rasa syukur kepada Allah Swt. (Win)

Baca juga: Ayat Alquran yang Menggambarkan Siksa Neraka Beserta Artinya dalam Islam