Konten dari Pengguna

Knit: Metode Pembuatan Kain dalam Dunia Tekstil

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pexels knit adalah,Pexels/Miriam Alonso
zoom-in-whitePerbesar
Pexels knit adalah,Pexels/Miriam Alonso

Dalam dunia fashion dan tekstil, terdapat berbagai metode yang digunakan untuk menghasilkan kain dengan karakteristik berbeda. Salah satu metodenya adalah knit. Istilah ini tidak begitu populer sehingga banyak yang belum paham knit adalah apa.

Kain jenis ini banyak ditemukan dalam berbagai produk pakaian, mulai dari sweater, kaus, cardigan, hingga aksesori. Karakteristiknya yang cenderung elastis dan nyaman membuat kain knit cukup populer dalam industri tekstil maupun fashion.

Knit: Metode Pembuatan Kain Rajut atau Merajut

Ilustrasi knit adalah, Pexels/Ksenia Chernaya

Meskipun istilah knit cukup sering digunakan ketika membahas pakaian. Masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana sebenarnya kain tersebut dibuat.

Knit adalah metode pembuatan kain yang menjadi tren di kalangan anak muda, simak penjelasannya berikut ini berdasarkan situs web hem-apparel.com. Dalam industri tekstil, knit merupakan salah satu metode utama yang digunakan untuk menghasilkan kain.

Teknik ini dilakukan dengan cara membentuk benang menjadi rangkaian loop atau jeratan yang saling terhubung. Teknik ini berbeda dari weaving atau metode tenun yang menggunakan dua kelompok benang yang saling bersilangan.

Knitting pada dasarnya membentuk kain melalui jeratan benang secara berkelanjutan. Karakteristik tersebut membuat kain knit dikenal memiliki sifat yang elastis, fleksibel, dan nyaman digunakan.

Karena sifatnya yang dapat mengikuti bentuk tubuh, kain ini banyak digunakan untuk berbagai pakaian kasual dan pakaian yang membutuhkan keleluasaan bergerak. Contohnya adalah kaus, sweatshirt, pakaian olahraga, hingga pakaian santai.

Kain knit memiliki beberapa jenis struktur. Salah satunya adalah single jersey, yaitu struktur satu lapis yang banyak digunakan untuk kaus dan pakaian dasar.

Ada pula interlock yang memiliki dua lapisan jeratan dan sering digunakan pada pakaian dengan karakter lebih premium. Sementara itu, rib knit memiliki pola garis vertikal dan umum ditemukan pada kerah, manset, atau pakaian yang membutuhkan sifat elastis.

Jenis lainnya mencakup purl knit yang memiliki tekstur reversibel. Waffle knit dengan pola menyerupai kotak-kotak, serta fleece yang permukaan bagian dalamnya dapat dibuat lebih lembut melalui proses penyikatan.

Pemilihan struktur tersebut biasanya disesuaikan dengan jenis produk yang akan dibuat. Kualitas kain knit juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti ukuran dan tingkat puntiran benang, gauge atau jumlah jarum, proses penyelesaian kain, serta bahan campuran.

Misalnya, campuran katun dan poliester dapat digunakan untuk membantu meningkatkan daya tahan, sedangkan spandeks dapat memberikan tambahan elastisitas. Meskipun memiliki banyak kelebihan, kain knit juga membutuhkan penanganan yang tepat.

Material ini dapat mengalami penyusutan lebih besar dibandingkan kain tenun dan bagian tepinya dapat menggulung ketika dipotong. Oleh sebab itu, pemilihan jenis knit dan teknik pengolahannya perlu disesuaikan dengan desain serta fungsi pakaian yang akan dibuat.

Knit adalah metode pembuatan kain yang menghasilkan material dengan struktur berupa jeratan benang. Memahami pengertian knit, karakteristik, serta metode pembuatannya dapat membantu mengenali jenis kain yang digunakan dalam berbagai produk tekstil. (Fia)

Baca juga: Bahan Spandek adalah Material Tekstil yang Memiliki Sifat Elastis dan Lentur