Konten dari Pengguna

Komputer yang Bertugas Menyimpan Informasi Halaman Web yang Pernah Diakses

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi komputer yang bertugas menyimpan informasi halaman web yang pernah diakses. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi komputer yang bertugas menyimpan informasi halaman web yang pernah diakses. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters

Saat menjelajahi internet, komputer yang bertugas menyimpan informasi halaman web yang pernah diakses sebelumnya adalah bagian dari sistem jaringan yang membantu mempercepat pertukaran data.

Mekanisme penyimpanan sementara memungkinkan berkas tertentu dikirim kembali tanpa harus mengambilnya dari server tujuan setiap kali ada permintaan.

Cara kerja ini membuat akses ke halaman web dapat berlangsung lebih efisien.

Server, Komputer yang Bertugas Menyimpan Informasi Halaman Web yang Pernah Diakses

Ilustrasi komputer yang bertugas menyimpan informasi halaman web yang pernah diakses. Foto: Unsplash.com/Blackcreek Corporate

Dikutip dari ibm.com, komputer yang bertugas menyimpan informasi halaman web yang pernah diakses sebelumnya adalah proxy server, khususnya proxy yang memiliki fitur caching.

Server perantara ini menyimpan salinan lokal berkas yang diminta oleh klien, seperti dokumen halaman web dan gambar.

Ketika permintaan serupa masuk kembali, proxy dapat mengirimkan salinan yang masih berlaku dari cache tanpa perlu mengambil berkas baru dari server tujuan.

Proxy server berada di antara perangkat pengguna dan server yang menyediakan situs web. Saat peramban meminta sebuah halaman, permintaan tersebut diteruskan melalui proxy.

Server perantara kemudian memeriksa indeks cache untuk mengetahui apakah berkas yang diminta sudah tersimpan. Indeks ini memuat alamat URL, lokasi penyimpanan berkas, dan masa berlaku salinan yang tersedia.

Jika berkas belum tersimpan dalam cache, proxy menghubungi server tujuan untuk mengambilnya. Setelah menerima berkas, proxy memeriksa apakah konten tersebut boleh disimpan.

Jika memenuhi ketentuan, salinan berkas dimasukkan ke cache dan indeksnya diperbarui agar dapat ditemukan pada permintaan berikutnya.

Apabila berkas sudah tersedia, proxy akan memeriksa masa berlakunya. Salinan yang masih segar dapat langsung dikirimkan kepada klien.

Sebaliknya, jika masa berlakunya telah habis, proxy menghubungi server tujuan untuk memperoleh versi terbaru sebelum memperbarui cache.

Proses ini membantu mencegah pengguna menerima konten lama ketika salinan yang tersimpan sudah tidak berlaku.

Penyimpanan cache dapat menggunakan memori atau perangkat penyimpanan seperti disk. Cache dalam memori umumnya memiliki waktu respons lebih cepat, tetapi kapasitasnya bergantung pada RAM yang tersedia.

Cache pada disk dapat menampung lebih banyak berkas karena kapasitas penyimpanannya biasanya lebih besar.

Proxy juga dapat menyimpan hasil penerjemahan nama domain menjadi alamat IP melalui DNS caching untuk mempercepat permintaan berikutnya ke domain yang sama.

Meskipun demikian, tidak semua berkas dapat disimpan. Konten yang memerlukan autentikasi, data tertentu dari permintaan selain GET, dan komunikasi terenkripsi yang tidak dapat dibaca oleh proxy umumnya tidak masuk cache, kecuali aturan konfigurasi mengizinkannya.

Dengan fitur caching, komputer yang bertugas menyimpan informasi halaman web yang pernah diakses sebelumnya adalah proxy server yang menyimpan salinan berkas untuk mempercepat akses berikutnya.

Mekanisme tersebut membantu mengurangi permintaan berulang ke server tujuan dan membuat penggunaan jaringan lebih efisien. (Suc)

Baca Juga: Restart adalah Apa? Ini Perbedaannya dengan Shutdown