Konten dari Pengguna

KPK dari 28 dan 36 beserta Cara Menentukannya dalam Pelajaran Matematika

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi KPK dari 28 dan 36. Foto: Unsplash.com/Antoine Dautry
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KPK dari 28 dan 36. Foto: Unsplash.com/Antoine Dautry

Dalam Matematika, operasi pembagian dan perkalian dapat digunakan untuk menentukan hubungan antara dua bilangan. KPK dari 28 dan 36 berapa hasilnya?

Pertanyaan ini berkaitan dengan kelipatan persekutuan terkecil yang dipelajari dalam materi bilangan bulat.

Pemahaman tentang KPK dapat membantu menyelesaikan berbagai soal matematika yang berkaitan dengan kelipatan dan penyamaan penyebut pecahan.

Bilangan KPK dari 28 dan 36 adalah 252

Ilustrasi KPK dari 28 dan 36. Foto: Unsplash.com/J. Weisner

KPK dari 28 dan 36 adalah 252, yaitu bilangan positif terkecil yang dapat dibagi habis oleh 28 maupun 36. Untuk memperoleh hasil tersebut, kedua bilangan dapat diuraikan menjadi faktor prima, dituliskan kelipatannya, atau dihitung menggunakan metode pembagian bertahap.

Dikutip dari thirdspacelearning.com, cara pertama untuk mencari KPK adalah menggunakan faktorisasi prima.

Metode ini dilakukan dengan menguraikan setiap bilangan menjadi perkalian bilangan prima. Bilangan 28 dapat diuraikan menjadi 2² × 7, sedangkan 36 dapat diuraikan menjadi 2² × 3².

Dalam menentukan KPK melalui faktorisasi prima, setiap faktor prima dipilih dengan pangkat tertinggi yang muncul pada kedua bilangan. Faktor prima yang digunakan adalah 2², 3², dan 7. Dengan demikian, perhitungannya menjadi:

KPK dari 28 dan 36 = 2² × 3² × 7

= 4 × 9 × 7

= 252

Hasil tersebut menunjukkan bahwa 252 merupakan kelipatan 28 sekaligus kelipatan 36. Cara ini cukup praktis karena setiap bilangan diuraikan terlebih dahulu sebelum faktor-faktornya digabungkan.

Cara kedua adalah menuliskan kelipatan masing-masing bilangan. Kelipatan 28 meliputi 28, 56, 84, 112, 140, 168, 196, 224, dan 252.

Sementara itu, kelipatan 36 meliputi 36, 72, 108, 144, 180, 216, dan 252. Angka 252 merupakan bilangan terkecil yang terdapat pada kedua deret kelipatan tersebut sehingga itulah KPK-nya.

Cara ketiga dapat menggunakan pembagian bertahap dengan bilangan prima. Bilangan 28 dan 36 dibagi menggunakan faktor prima yang dapat membagi salah satu atau kedua bilangan tersebut sampai seluruh hasil akhirnya menjadi 1.

Faktor pembagi yang digunakan kemudian dikalikan untuk memperoleh KPK. Metode ini juga dapat diterapkan pada dua bilangan atau lebih.

KPK memiliki kegunaan dalam soal yang berkaitan dengan kejadian berulang, misalnya menentukan waktu dua kegiatan yang berlangsung secara berkala dan akan terjadi bersamaan kembali.

Pemilihan metode perhitungan dapat disesuaikan dengan bentuk soal dan cara yang paling mudah dipahami.

KPK dari 28 dan 36 adalah 252, karena bilangan tersebut merupakan kelipatan terkecil yang habis dibagi oleh keduanya. Pemahaman tentang faktorisasi prima dan kelipatan dapat membantu menyelesaikan soal serupa dengan lebih mudah. (Suc)

Baca Juga: 5 Contoh Soal Persamaan Garis Singgung Lingkaran untuk Belajar Mandiri