Kulon Itu Apa? Ini Artinya dalam Tinjauan Bahasa Indonesia
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk menjawab pertanyaan kulon itu apa dapat merujuk pada kamus bahasa. Kata kulon berasal dari Bahasa Jawa.
Mayoritas orang Jawa Tengah biasanya tahu makna dari kata kulon serta digunakan untuk apa kata tersebut. Bagi yang masih belum tahu bisa belajar melalui artikel ini.
Arti Kulon Itu Apa dalam Kamus Bahasa Indonesia
Makna kulon itu apa dapat diketahui melalui kamus bahasa yang terpercaya. Mengutip laman Kamus Besar Bahasa Indonesia kulon artinya barat dan merujuk pada arah mata angin.
Orang jawa biasa menanyakan atau menunjukan arah jalan atau arah suatu tempat dengan menggunakan arah mata angin. Selain kata kulon ada juga tiga arah mata angin lainnya dalam Bahasa Jawa.
Kata tersebut yakni lor, kidul, dan wetan. Untuk lor artinya utara, kidul artinya selatan, dan wetan artinya timur. Kata-kata itu juga biasa disebut dengan ngidul, ngetan, ngulon, dan ngalor.
Untuk arah mata angin lainnya juga sama saja tidak ada istilah khusus. Contohnya seperti timur laut bahasa jawanya lor wetan, tenggara kidul wetan, barat daya kidul kulon, dan barat laut lor kulon.
Bahasa Jawa tersebut menggunakan bahasa ngoko, sedangkan bahasa kramanya juga sedikit berbeda. Namun untuk beberapa arah mata angin lainnya masih sama.
Contohnya untuk kidul bahasa kromonya kilen dan lor berubah menjadi ler. Sedangkan untuk kata wetan dan kidul masih sama dengan bahasa ngokonya.
Perlu diketahui menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ngoko merupakan tingkatan bahasa yang terendah dalam Bahasa Jawa dan dipakai untuk berbicara dengan orang yang sudah akrab.
Selain itu juga digunakan jika ingin berbicara dengan orang yang lebih rendah kedudukannya seperti bawahan atau dengan orang yang lebih muda.
Sedangkan bahasa kromo merupakan tingkatan bahasa dalam Bahasa Jawa yang termasuk dalam ragam hormat yang tingkatannya lebih tinggi dari ngoko.
Biasanya digunakan untuk berbicara dengan orang tua atau yang lebih dihormati. Misalnya guru, ustad, kiyai, atasan, dan sebagainya.
Ada juga kromo inggil yang merupakan tingkatan bahasa tertinggi dalam bahasa Jawa, tergolong ragam hormat, serta lebih tinggi daripada bahasa kromo.
Tujuan dari tingkatan bahasa kromo tersebut adalah untuk lebih sopan dan menghormati lawan bicaranya. Selain itu menggunakan bahasa kromo juga sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa. (NOV)
Baca juga: 4 Fakta Unik Tentang Jawa yang Tidak Ditemukan di Suku Lainnya