Konten dari Pengguna

Langkah Dekomposisi untuk Membangun Sebuah Rumah Baru

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buatlah langkah dekomposisi untuk membangun sebuah rumah baru. Unsplash.com/Kam Idris
zoom-in-whitePerbesar
Buatlah langkah dekomposisi untuk membangun sebuah rumah baru. Unsplash.com/Kam Idris

Dekomposisi adalah salah satu komponen utama dalam berpikir komputasional atau computational thinking. Dalam membahas konsep ini, pertanyaan evaluasi yang bisa dibahas misalnya: Buatlah langkah dekomposisi untuk membangun sebuah rumah baru!

Dikutip dari buku Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII Penulis Indra Budi Aji, 2025, 5, dekomposisi yaitu teknik memecah suatu permasalahan besar dan kompleks menjadi bagian kecil.

Konsep dekomposisi mengubah permasalahan menjadi sederhana, sehingga mudah untuk dipahami dan diselesaikan secara sistematis. Konsep ini bisa diterapkan dalam berbagai kegiatan sehari-hari seperti merencanakan pembangunan sebuah rumah baru.

Langkah Dekomposisi untuk Membangun Sebuah Rumah Baru Layak Huni

Buatlah langkah dekomposisi untuk membangun sebuah rumah baru. Unsplash.com/Clay Banks

Buatlah langkah dekomposisi untuk membangun sebuah rumah baru! Dalam proses pembangunan rumah, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Agar pembangunan berjalan terencana, langkah-langkah dekomposisi yang dapat diterapkan yaitu:

1. Menentukan Desain dan Kebutuhan Rumah yang Akan Dibangun

Tentukan konsep rumah yang akan dibangun. Langkah ini meliputi jumlah kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan ruangan lainnya. Selanjutnya, buat denah rumah dengan menentukan ukuran banguna dan menyesuaikan dengan luas tanah yang tersedia.

2. Siapkan Alat dan Bahan Bangunan

Setelah menentukan desain, selanjutnya identifikasi kebutuhan bahan dan peralatan. Bahan bangunan yang diperlukan yaitu pasir, semen, batu bata, besi, kayu, genteng, keramik, serta cat.

Peralatan yang dibutuhkan seperti cangkul, sekop, palu, serta alat pengukur juga perlu disiapkan.

3. Hitung Anggaran Pembangunan

Seluruh kebutuhan bahan, peralatan, dan tenaga kerja harus dihitung untuk mengetahui perkiraan biaya pembangunan. Sediakan dana cadangan untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan atau kebutuhan tidak terduga selama proses pembangunan.

4. Menentukan Kategori Tenaga Kerja dan Mengurus Perizinan

Selanjutnya cari tenaga kerja yang berpengalaman seperti tukang bangunan, mandor, atau kontraktor. Sebelum pembangunan dimulai, pemilik rumah perlu memastikan persyaratan perizinan bangunan, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) telah dipenuhi.

5. Pelaksanaan Pembangunan Rumah

Pembangunan rumah dilakukan bertahap, mulai dari membersihkan lahan, membuat pondasi, mendirikan dinding, memasang atap, hingga mengerjakan instalasi listrik dan saluran air.

Tahap terakhir yaitu penyelesaian atau finishing, seperti memasang keramik, mengecat dinding, memasang pintu dan jendela, serta membersihkan rumah.

6. Pemeriksaan Akhir dan Evaluasi

Setelah proses pembangunan selesai, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap kualitas bangunan, instalasi listrik, saluran air, dan keamanan setiap ruangan. Apabila terdapat kekurangan, perbaikan harus dilakukan sebelum rumah digunakan.

Semua langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan rumah dapat diselesaikan menggunakan empat pilar berpikir komputasional.

Dekomposisi dilakukan dengan membagi pembangunan menjadi beberapa pekerjaan kecil. Pengenalan pola diterapkan dengan mengamati urutan dan kesamaan proses pembangunan rumah.

Abstraksi dilakukan dengan memprioritaskan informasi penting seperti desain, bahan, biaya, dan tenaga kerja. Sedangkan algoritma diterapkan melalui penyusunan urutan pekerjaan dari tahap perencanaan hingga evaluasi akhir.

Langkah dekomposisi untuk membangun sebuah rumah baru dengan berpikir komputasional membantu seseorang menyelesaikan pekerjaan yang kompleks secara terstruktur, logis, efektif, dan terarah. (Aya)

Baca juga: Kondisi yang Perlu Diterima Guru dalam Menghadapi Siswa Berkebutuhan Khusus