Legenda Candi Sewu dalam Cerita Rakyat Jawa Tengah
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Legenda Candi Sewu telah lama menjadi bagian dari cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat Jawa Tengah. Di balik deretan bangunan candi yang berdiri megah, tersimpan kisah yang menghubungkan warisan budaya dengan imajinasi masyarakat pada masa lampau.
Cerita tersebut terus diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya sehingga menjadi salah satu legenda yang paling populer di Pulau Jawa.
Keberadaan Candi Sewu pun tidak hanya dikenal sebagai peninggalan sejarah bercorak Buddha, tetapi juga sebagai tempat yang menyimpan cerita tentang cinta, syarat yang mustahil dipenuhi, hingga kutukan yang dipercaya melahirkan salah satu kisah rakyat paling terkenal di Indonesia
Legenda Candi Sewu tentang Kisah Cinta yang Tak Kesampaian
Legenda Candi Sewu berkaitan dengan syarat yang diajukan Roro Jonggrang kepada Bandung Bondowoso, yakni membangun seribu candi hanya dalam satu malam sebagai syarat untuk mempersuntingnya.
Cerita inilah yang kemudian membuat masyarakat menghubungkan nama Candi Sewu dengan angka seribu, karena kata sewu dalam bahasa Jawa berarti seribu.
Dikutip dari laman visitingjogja.jogjaprov.go.id, Candi Sewu berada sekitar 800 meter di sebelah utara Candi Prambanan, tepatnya di Kompleks Candi Prambanan, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Meski dikenal melalui legenda tersebut, berdasarkan prasasti yang ditemukan nama asli kompleks ini adalah Prasada Vajrasana Manjusrigrha.
Candi Sewu dibangun pada abad ke-8 pada masa Dinasti Syailendra oleh Rakai Panangkaran dari Kerajaan Mataram Kuno, kemudian pembangunannya dilanjutkan oleh Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya hingga akhirnya selesai pada masa pemerintahan Dinasti Sanjaya.
Berbeda dengan Candi Prambanan yang bercorak Hindu, Candi Sewu merupakan candi bercorak Buddha dan pernah menjadi pusat kegiatan ibadah umat Buddha.
Keberadaan kedua kompleks candi yang berdiri berdekatan ini menjadi bukti bahwa kehidupan masyarakat pada masa itu mencerminkan keharmonisan antarumat beragama.
Kompleks Candi Sewu memiliki satu candi utama yang dikelilingi ratusan candi pendamping. Walaupun namanya berarti seribu candi, jumlah bangunan yang ada sebenarnya sekitar 249 candi yang terdiri atas candi utama, Candi Perwara, dan Candi Penjuru.
Selain menikmati keindahan arsitektur berbahan batu andesit, pengunjung juga dapat menjelajahi kawasan candi, mengunjungi Museum Candi Sewu untuk mempelajari sejarah pemugaran, maupun bersepeda mengelilingi kawasan Candi Sewu hingga Candi Prambanan.
Seluruh daya tarik tersebut menjadikan Candi Sewu sebagai destinasi wisata sejarah yang memadukan nilai budaya, arkeologi, dan cerita rakyat dalam satu kawasan.(Arif)
Baca juga: Legenda Timun Mas dan Pesan Moralnya