Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir Sumatera Utara
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Danau Toba adalah danau vulkanik yang saat ini tergolong sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP). Danau nan indah yang menyimpan cerita legenda danau Toba dan Pulau Samosir ini terletak di provinsi Sumatera Utara.
Danau nan elok di pandang mata ini memiliki panjang 100 km dan lebar 30 km, dengan kedalaman Danau Toba yang diperkirakan mencapai 500 meter dengan ketinggian permukaan kurang lebih sekitar 900 meter.
Danau Toba memiliki daya tarik yang unik karena legenda yang tersimpan di baliknya. Danau ini juga menjadi bagian dari pengembangan storynomic tourism, strategi promosi pariwisata Indonesia. Hal ini lantas tak dapat bisa dipisahkan dari perkembangan cerita legenda setempat yang mengawali terbentuknya danau ini.
Legenda Danau Toba yang Legendaris
Legenda Danau Toba berdasarkan cerita masyarakat setempat yang dirangkum dari bpodt.kemenpar.go.id, merupakan salah satu bentuk modal paling potensial untuk menarik para wisatawan. Kisah terbentuknya Danau Toba yang dikenal sekarang tak bisa lepas dari kisah Toba dan ikan mas. Berikut legendanya:
Menurut cerita masyarakat zaman dahulu kala, munculnya Danau Toba berawal dari sosok pemuda yatim piatu yang bernama Toba. Aktivitas sehari-harinya adalah bekerja sebagai petani dan mencari ikan di sungai yang dekat dengan rumahnya. Suatu hari, saat memancing di sungai, ia mendapatkan seekor ikan mas yang berukuran besar.
Sisik ikan mas tersebut nampak cantik berkilauan, Toba yang kesepian pun memutuskan untuk membawa ikan mas tersebut pulang dan memeliharanya. Kekaguman Toba terhadap sisik ikan mas nan indah ini tidak berhenti sampai di situ saja. Ikan mas itu menjelma menjadi sosok perempuan rupawan yang berparas cantik.
Seketika Toba pun langsung jatuh cinta melihat kecantikan dari jelmaan ikan mas itu. Bahkan, Toba pun memutuskan untuk menikahinya.
Jelmaan ikan mas berupa sosok perempuan cantik itu memberikan persyaratan, Toba harus berjanji untuk merahasiakan asal usulnya kepada siapa pun. Waktu berjalan tahun pun silih berganti dan keduanya menjalin rumah tangga bahagia dan harmonis. Toba pun tidak membocorkan identitas istrinya itu.
Namun, tibalah suatu hari anak mereka yang bernama Samosir diminta sang ibu mengantarkan makanan kepada Toba sang ayah di ladang. Di tengah perjalanan, Samosir yang nakal merasa lapar dan memakan bekal yang seharusnya untuk ayahnya.
Setelah memakan bekal ayahnya, Samosir pun melanjutkan perjalanan dan memberikan bekal yang sudah kosong kepada ayahnya. Toba pun murka dan spontan marah besar karena tindakan Samosir, ia pun berteriak bahwa Samosir adalah anak ikan.
Sekejap langit pun langsung gelap dan menurunkan hujan deras berhari-hari. Akibat hujan itulah muncul sebuah danau besar yang kini dikenal luas dengan Danau Toba. Kemudian pulau yang di tengah danau ini dikenal dengan nama Pulau Samosir.
Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir ini terus melekat sebagai cerita masyarakat yang diwariskan, bahkan juga banyak ditemukan dalam literatur pendidikan Indonesia. Tak sampai di situ, legenda ini juga diadaptasi dalam berbagai pentas seni teater, drama, dan cerita yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. (Aya)
Baca juga: Bagaimana Cara Musyawarah agar Berjalan dengan Lancar? Ini Jawabannya