Konten dari Pengguna

Legenda Hainuwele, Cerita Gadis Kelapa dan Berbagai Mitosnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi legenda Hainuwele.Foto: Kaja Sariwating / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi legenda Hainuwele.Foto: Kaja Sariwating / Unsplash

Legenda Hainuwele merupakan salah satu legenda terkenal yang berasal dari Pulau Seram, Maluku. Kisah ini mengisahkan seorang gadis ajaib yang lahir dari bunga kelapa

Berdasarkan laman oxfordreference.com, mitos Hainuwele dicatat oleh etnolog Jerman Adolf E. Jensen setelah ekspedisi Frobenius tahun 1937–38 ke Kepulauan Maluku.

Legenda Hainuwele dan Mitosnya Bagi Orang Maluku

Ilustrasi legenda Hainuwele.Foto: Alan Martins / Unsplash

Legenda Hainuwele berkembang sebagai mitos asal-usul yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Pulau Seram, Maluku.

Legenda bermula ketika seorang pemburu bernama Ameta menemukan buah kelapa yang tersangkut pada taring babi hutan.

Setelah mendapat petunjuk melalui mimpi, ia menanam kelapa tersebut hingga tumbuh menjadi pohon yang sangat tinggi.

Saat darah Ameta menetes pada bunga kelapa, lahirlah seorang bayi perempuan bernama Hainuwele. Ia tumbuh dengan sangat cepat dan memiliki kemampuan yang tidak dimiliki manusia biasa.

Ia dapat mengeluarkan berbagai benda berharga, seperti perhiasan, piring porselen, gong, & barang bernilai lainnya. Berkat kemampuannya, masyarakat di sekitarnya menjadi lebih makmur.

Ketika menghadiri pesta adat selama sembilan malam, Hainuwele membagikan benda-benda berharga kepada para pemuda. Namun, kebaikan tersebut memunculkan rasa iri dan takut.

Pada malam terakhir, para pemuda sepakat menguburnya hidup-hidup di tengah arena tarian hingga akhirnya Hainuwele meninggal dunia.

Ameta yang mengetahui kematian putrinya menggali kembali jasad Hainuwele dan memotong tubuh Hainuwele lalu menguburkannya di berbagai tempat.

Dari bagian tubuh tersebut tumbuh beragam tanaman pangan yang kemudian menjadi sumber makanan bagi masyarakat Pulau Seram.

Legenda ini masih dikenal sebagai mitos asal-usul masyarakat Wemale dan Alune di Pulau Seram.

Cerita ini tidak hanya menjelaskan asal tanaman pangan, tetapi juga menggambarkan hubungan manusia, alam, serta nilai pengorbanan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Demikian legenda Hainuwele yang menceritakan asal-usul gadis kelapa beserta berbagai mitos yang menyertainya.

Hingga kini, kisah tersebut tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat Maluku dan terus dikenalkan kepada generasi berikutnya. (NOV)

Baca juga: 5 Legenda yang Menjadi Objek Wisata Terpopuler di Indonesia